16 January 2015

Mengejar Senja Pantai Jayanti

Di tahun 2015 ini, ada label baru bernama Petualangan Sepatu. Bercerita tentang pengalaman si sepatu yang berpetualang ke mana saja. Masih sekitar Jawa Barat sih sampai saat ini. Yah, doakan saja Petualangan Sepatu dapat berlanjut terus ...

Sepatu yang berpetualang kali ini adalah Si Kuning, dalam misi melihat Senja di (antah berantah) Cianjur selatan.

Perjalanan Si Kuning dimulai di sini, 11.10 AM

Memanfaatkan kecanggihan teknologi, si kuning memulai perjalanannya sesuai arahan dari Google Maps. Jarak tempuh sekitar 117 KM memakan waktu 3 jam-an. Berharap penuh pada kekuatan sinyal, ketahanan baterai, serta intuisi keadaan sekeliling. Ini foto peta perjalanan si kuning.

Peta menuju lokasi.

Melewati Tol Padaleunyi
Diluar perkiraan, perjalanan si kuning tersendat oleh kemacetan dari pegawai pabrik pada jam makan siang. Lautan biru di sepanjang jalan kanan dan kiri.

Karyawan Pabrik Kahatex, Cijerah

Kerumitan tadi terbayarkan dengan indahnya pemandangan pesawahan dan perbukitan Bandung Barat. Jalan pintas menghindari Jalan Kopo yang orang Bandung tahu pasti kondisi tingkat kemacetannya bikin emosional. Dari jalan ini tembusnya ke Cigondewah, Soreang lalu Ciwidey.

Jalan pintas yang si kuning lalui memang bukan jalur utama, hanya segelintir orang saja yang tahu. Pemandangan yang teramat jarang bisa dilihat dan dilalui semua orang (sibuk). 

Sudut lain Bandung Barat

Pesawahan di kanan-kiri jalan

Sampai di Ciwidey banyak terdapat objek wisata yang ingin dikunjungi si kuning. Namun, misi utama adalah melihat sunset sehingga perhitungan waktu harus tepat! Rasa penasaran membuat si kuning mampir ke salah satu objek wisata Kampung Cai Ranca Upas.

Objek Wisata Kampung Cai Ranca Upas, Ciwidey

Kampung Cai Ranca Upas berjarak 500 m dari jalan utama Ciwidey, luasnya sekitar 215 ha, dikelola oleh Perhutani. Produk wisatanya ada Penangkaran Rusa, Bumi Perkemahan, Area Outbound dan Paintball, Area ATV, dan Waterboom. Si kuning ingin mencoba semua atraksi yang ada di sana, namun melihat rusa dan memberi makan langsung itu lebih menggoda daripada arena lain.

Harga Tiket Masuk Ranca Upas

Jumlah rusa 22 ekor. 

Rusa yang terdapat di sana adalah Rusa Jawa (Cervus Timorensis) jumlahnya 22 ekor, 5 di antaranya adalah betina. Pengunjung dapat memberi makan rusa dengan wortel yang sudah disediakan seharga Rp 5000. Si kuning pun membeli wortel buat para rusa! :D

Fakta menarik tanduk rusa. Tanduk pertama berbentuk lurus akan tumbuh pada usia 12-14 bulan. Setelah 10-12 bulan kemudian akan terlepas lalu tumbuh tanduk baru dan bercabang. Oh iya, tahu kan kalau hanya rusa jantan yang memiliki tanduk? :D

Si Kuning memberi makan rusa 

Begitu si kuning menuruni tangga, satu persatu rusa mendekati tanpa dikomando. Seperti mereka sudah tahu si kuning bawa wortel buat mereka. Awalnya, takut-takut menggelikan. Si kuning kan belum pernah ngasih makan rusa sebelumnya. Eh, ternyata menyenangkan. Mereka semua berebut wortel yang dibawa si kuning, memakannya sampai habis. Lapar yah, Rus .... sama!

Jejak si Kuning di Ranca Upas

Waktu menunjukkan pukul dua siang, petualangan si kuning melihat rusa pun berakhir. Rusa-rusa sudah kenyang, si kuning lapar berat. Perjalanan harus diteruskan ... dan dalam beberapa menit si kuning mampir ke Situ Petanggang.

Objek Wisata Situ Patenggang

Situ Patenggang adalah danau yang terletak di ketinggian 1600 m, luasnya sekitar 45.000 ha. Jaraknya sekitar 7 KM dari Kawah Putih.

Sekilas tentang Situ Patenggang, patenggang berasal dari  Bahasa Sunda yang terdiri dari kata pateangan-tengan artinya saling mencari. Mitosnya tentang kisah cinta Ki Santang dan Dewi Rengganis yang terpisahkan. Mereka saling mencari dan akhirnya bertemu di sebuah tempat yang kemudian dinamakan Batu Cinta.
Dewi Rengganis meminta dibuatkan danau serta perahu untuk mereka berlayar bersama. Perahu yang dibuat Ki Santang menjadi pulau berbentuk hati dikenal dengan nama Pulau Asmara.
Nah, pengunjung (khususnya pasangan) singgah di Batu Cinta lalu mengelilingi Pulau Asmara niscaya akan mendapat cinta abadi seperti Ki Santang dan Dewi Rengganis.

Si kuning juga ingin ke Batu Cinta, tapi untuk ke sana harus menggunakan perahu sekitar 10-20 menit, lagipula lapar lebih menguasai. Jadi, mungkin lain kali si kuning atau sepatu lainnya akan ke sana ... bersama pasangannya. Mungkin. :))

Penampakan Situ Patenggang sebelum pintu masuk
Tiket Masuk ke Situ Patenggang

Yang di tengah itu Batu Cinta

Makan siang Nasi Timbel Komplit di pinggir danau. Rp. 18.000

Danau Situ Patenggang

Jejak si kuning di Situ Patenggang

Katanya, dan memang terbukti benar bahwa ketika kita senang waktu akan terasa cepat berlalu. Menikmati makan siang di pinggir danau memberi sensasi tersendiri dan si kuning pun terbuai olehnya. Namun, (lagi) ada misi yang harus diselesaikan. Jam menunjukkan pukul 15.30! Harus sampai tujuan tepat waktu sebab senja tidak akan menunggu kehadiran si kuning.

Perjalanan dilanjutkan melewati lautan perkebunan teh, pepohonan, panorama Bandung, air terjun, pedesaaan, dan keindahan alam lainnya. Masih sekitar 80 KM lagi, sekitar dua jam-an untuk sampai di tujuan tepat waktu. Di bawah ini adalah kenangan si kuning berupa foto selama dalam perjalanan.


Si kuning dan si coklat teman petualangan di atas motor

Gumpalan awan nampak seperti marshmallow
Jejak si kuning di arus air pinggir jalan Ciwidey Selatan

Sejauh mata memandang, pepohonan di perbukitan

Pemandangan sepanjang jalan Ciwidey Selatan

Dikelilingi Perkebunan Teh

Beautiful Panorama Kabupaten Bandung Barat

Jejak si kuning di air terjun Ciwidey Selatan

Pemandangan memasuki Jalan Cidaun

Aliran sungai di daerah Cidaun

Memasuki pedesaan

Suasana Pedesaan

Melewati jalan rawan longsor

Memasuki Jalan Raya Cidaun, sinyal melemah, baterai tingga 20 persen, jam menunjukkan pukul 17.44. Terlalu banyak keindahan di jalan yang tak mungkin terlewatkan makanya si kuning singgah untuk mengabadikannya. Di atas sana semburat jingga sudah muncul perlahan tapi pasti, sementara si kuning masih 30-an KM dari tujuan.

Si kuning mulai khawatir senja akan pergi tanpa disaksikan. Kehilangan momen setelah menempuh perjalanan panjang. Tak henti-hentinya melihat arah jarum jam, 17.55. Di kejauhan nampak papan petunjuk jalan "Pantai Jayanti". Perjalanan kali ini memang soal ketepatan waktu! Berlomba dengan waktu agar tujuan tercapai. Dan akhirnya si kuning tiba tepat pada waktunya! :D

Jejak si kuning di tempat tujuan, Pantai Jayanti. 18.10

Pantai Jayanti terletak di Desa Cidamar, Cidaun, Cianjur Selatan, Provinsi Jawa Barat. Berangkat dari Bandung pukul 11.25, berpetualang dan singgah di sana-sini sampai akhirnya tiba pukul 18.10 untuk menyaksikan senja di pinggir Pantai Jayanti.

Adakah rasa yang lebih dari bahagia ketika si kuning merasakan pasir pantai menutupi setengah badannya?
Menginjakkan kaki di pasir dan rerumputan, melihat semburat senja di lautan, gemuruh ombak, aahh tak terlukiskan rasanya. 

Stttt ... Mission Completed!

Tidak ada yang lebih indah daripada ini.

Senja di Pantai Jayanti, Cidaun, Cianjur Selatan


***

8 comments:

  1. Lagi-pengin-banget-banget-banget ke pantai!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk atuh! Bulan depan trip ke Citumang, Pandangaran, Batu Karas. :D

      Delete
  2. Jeprat jepretnya mantep... pemanj
    danganya mendukung banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho ho hoooo padahal pake kamera microsoft lumia. Mayanlah yah.

      Makasih uda mampir :D

      Delete
  3. Cakep banget mbak pemandangannya.....air terjunnya lembut banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mantap kan? Bikin adem selama perjalanan.
      Air terjun di pinggir jalan lah itu. Ga perlu tiket masuk dan bisa dinikmati siapa pun yang melintas di Ciwidey Selatan :D

      Terima kasih kunjungannya :)

      Delete