20 March 2011

CappuccinoHolic

Cappuccino adalah minuman khas Italia yang dibuat dari campuran espresso dan susu. Cara membuat cappuccino yang enak ada takarannya; 1/3 espresso, 1/3 susu yang dipanaskan dan 1/3 susu yang dikocok hingga berbusa. (Sumber: Wikipedia)

Saya mengaku sebagai cappuccino hunter, karena saya akan memburu setiap ada coffee shop yang baru khususnya yang ada di Bandung. Akan saya datangi tempat itu dan memesan secangkir hot cappuccino.

Mengapa cappuccino? Karena saya tidak suka kopi hitam berwarna pekat. Terlalu pekat dan pahit untuk dinikmati.
Bagaimana dengan kopi susu? Terkadang takaran dalam susunya 2 kali lebih banyak dari kopinya sendiri. Terlalu manis untukku.
Nah, cappuccino itu cukup! Cukup pahit dan cukup manis untuk dinikmati. Lagipula seorang barista yang mempunyai keahlian cukup dapat memberikan latte art di antara buih - buih busanya.

Latte art itu teknik membuat pola atau desain gambar di atas permukaan kopi dengan racikan yang pas antara expresso dan susu agar dapat menghasilkan gambar yang sempurna. Gambar yang sering digunakan adalah gambar hati dan daun. Selain sebagai hiasan latte art ini juga semata untuk mempercantik dan mempermanis penampilan cappuccino.(Sumber: Wikipedia).

Cappuccino yang dihiasi latte art ini masih jarang saya temukan di Bandung. Beberapa cafe yang saya kunjungi hanya menyuguhkan cappuccino ala kadarnya dengan buih - buih busa yang memadati hampir setengah cangkir.
Namun, ada pula yang menghidangkan dengan berbagai variasi latte art.












Ini salah satu latte art

Nanti, di tulisan selanjutnya saya akan membahas tentang cafe mana saja yang sudah saya kunjungi dan memiliki latte art yang akan membuat kalian bahkan tidak tega meminumnya. :D

Apakah kalian seorang pencinta kopi? penikmat kopi? Atau hanya sekedar peminum kopi?

Saya membagi kaum kopiholic ini menjadi 3 tipe, yaitu;
1. Pencinta Kopi, Ini adalah tipe orang yang benar-benar mementingkan rasa alami dan aroma dari biji kopi. Seorang pencinta kopi akan tahu jenis biji kopi mana yang digunakan untuk membuat kopi dari mencium aromanya saja.

2. Penikmat Kopi, Ini adalah tipe orang yang sangat peduli terhadap komposisi takaran dari racikan kopi. Tidak begitu peduli terhadap kemurnian biji kopi, yang penting rasanya enak. Saya termasuk di dalamnya.

3. Peminum Kopi, Ini adalah tipe orang yang hanya minum kopi di saat mengantuk atau saat ada kebutuhan tertentu untuk begadang. Tidak ada masalah dengan kopi sachet juga, yang penting kopi.

Kalau kalian termasuk tipe yang mana? :)))

Sebelum saya mengakhiri tulisan ini, sebagai seorang penikmat kopi yang mengaku cappuccinoholic, saya ingin membagi langkah-langkah menikmati secangkir cappuccino.

Langkah menikmati secangkir cappuccino:
1. Yang pasti order dulu.

2. Saat pesanan datang, jangan terburu-buru menambahkan gula; gula cair, putih, batu, maupun merah.

3. Lihat penampilan cappuccinoya. Apakah ada latte artnya di sana? Apa gambarnya? (Lain waktu kirimkan fotonya untukku yah).

4. Hiruplah aromanya. Kira-kira aroma apa yang lebih dominan, kopinya kah? susunya kah? atau justru bubuk kayu manisnya? Melalui aromanya lah kita dapat membayangkan rasanya.

5. Nikmati cappuccinomu ... langsung dari cangkirnya tanpa menggunakan sendok jika kalian tidak ingin merusak penampilannya dan merasakan buih busanya. Ingat! cappuccino itu dilapisi buih-buih busa di atasnya. Enak? Pahit? Jika terlalu pahit maka langkah selanjutnya menambahkan gula sesuai selera.

6. Selamat menikmati cangkir cappuccinomu :P

Cappuccino ini untuk orang yang mempunyai kelembutan sekaligus keindahan. Cappuccino adalah kopi yang paling genit. Untuk cappuccino dibutuhkan standar penampilan yang tinggi. Mereka tidak boleh kelihatan sembarangan, kalau bisa terlihat seindah mungkin.

-Petikan dialog Filosofi Kopi by Dewi Lestari, @deelestari-

No comments:

Post a Comment