05 January 2011

FRESH SEAFOOD

FRESH SEAFOOD

Ketika matahari terbenam, sinarnya perlahan memudar.
Hanya terdengar deburan ombak dan raungan mesin tua.
Saat itulah dia pergi jauh dari keluarga.
Hanya terlihat harapan bapa akan pulang bawa nafkah.

Berjuang melawan angin malam yang semakin membawanya ke tengah laut.
Jaring yang sudah dipasang umpan bersama si sulung tadi siang mulai ditebar.
Si sulung dan si bungsu melihat lampu petromak semakin mengecil di ujung sana,
Waktunya kembali kerumah dan tidur. Besok pagi akan menyambut nafkah dari bapa.

Peluh keringat diantara angin yang kencang, si bapa mulai menarik jaring itu.
Sinar bulan menghiasi malam ini, meneranginya untuk melihat isi jaring.
Tiba waktunya untuk pulang karena matahari telah bangun.
Jaring hanya lah jaring, tak ada satu ikan pun yang tersangkut.

Si sulung dan si bungsu sudah menunggu sedari tadi, bapa tak kunjung datang.
Nelayan yang lain sudah pulang dengan muka cekung, jaring kosong.
Begitu pun si bapa, akhirnya pulang dengan jaring kosong, tak ada nafkah.

Di sudut pantai sana, orang – orang yang memakai baju dan sepatu bagus sedang asyik makan.

Kendaraan roda empat dan dua memenuhi tempat itu.

Di depannya samar – samar si sulung yang kelas 4 sd membaca

“GRAND OPENING FRESH SEAFOOD”

No comments:

Post a Comment