05 January 2011

Cintaku di 6 Kota (Medan) #Part4

Kota keempat, Kota Medan “Ini Medan, Bung!

Minggu, 10 Oktober 2010.

Ini sudah Kota yang Keempat, idealnya segala kesalahan seharusnya bisa di atasi melihat berbagai kondisi di lapangan. Namun, ternyata yang namanya Human Error itu memang selalu melekat. Mari kita ikuti perjalanan dan segala prosesnya selama saya di sini.

- Pertama, kesalahan saya adalah tidak re-cek jumlah nomor peserta. Nomor peserta ini memang bukan buat peserta jadi seharusnya dikembalikan ke panitia. Yah, namanya juga Ibu-Ibu dan saya tidak melakukan re-cek. Jadi, biaya produksi membengkak gara-gara melengkapi jumlah nomor yang hilang; jumlah yang cukup banyak.

- Kedua, seperti biasa loading dock selalu berbentronkan dengan ballroom yang digunakan resepsi. Masalahnya adalah pegawai hotel ini bekerja dengan sangat-amat-teramat lambat. Acara sudah selesai dari jam 23.00, tapi yah sampai jam 02.00 area belum beres juga. Akhirnya tim kami jadi ikut membereskan karena waktu yang sempit. Entah ini kesalahan siapa?

- Ketiga, Terjadi bentrok segitiga antara klien-kami-hotel. Operator sound tidak muncul juga, dari 2 jam sebelum acara hingga acara dimulai. Kami diberi informasi bahwa jam 03.00 tadi Ayah dari operator sound (saya lupa namanya) meninggal dunia. Posisi digantikan oleh operator lighting yang tidak tahu-menahu tentang mengoperasikan sound. Selama acara operator lighting mengoperasikan peralatan melalui telepon. Dalam masa berkabung, dipaksa untuk mengajar kilat tentang peralatan sound. Sungguh terlalu! Ini kesalahan fatal, sebagai hotel bintang 4, mereka tidak punya tenaga cadangan, dan tidak mau repot untuk mencari cadangan.

- Keempat, masalah mengenai konsumsi. Sudah berkali-kali diwanti-wanti agar tidak berlambat. Sudah pula diberi rundown acara. Jam 06.00 dan Jam 10.00, snack box harus sudah ada di meja registrasi. Jam 07.30 baru datang, Jam 11.00 baru ready namun prasmanan karena akan lebih memakan waktu lagi jika harus dimasukkan ke dalam box. Lagi-lagi kesalahan di pihak hotel berbintang 4.

Pihak klien sangat kecewa dengan hal ini, walaupun kesalahan ditangan pihak hotel, kami selaku tim eksekusi acara tentunya bertanggung jawab akan hal ini karena sudah menganggu jalannya acara. Ini adalah kegagalan kami yang terbesar dari kota-kota sebelumnya.

Tanpa mengurangi rasa hormat, kami selaku tim Event dari klien sangat kecewa atas pelayanan Hotel Aston Medan yang sangat tidak profesional. Bukan bermaksud untuk menjelekkan, setidaknya hal ini menjadi suatu bahan pembelajaran bagi kita semua.


***


Diantara kesalahan, kegagalan, kekecewaan, dan keterpurukan itu, saya menemukan cinta saya di Kota Medan ini.
Cinta yang membuat mabuk kepayang, secara harafiah dan hurufiah.
DURIAN!!!
Rasanya seperti bercinta, menemukan jutaan durian dengan harga yang murah.
Jangan tanyakan rasanya, sudah pasti lezat hingga dibuat mabuk!

Setidaknya saya masih bisa menemukan cinta di Kota ini untuk dibawa pulang ke Bandung.

Sampai bertemu di dua kota terakhir.

No comments:

Post a Comment