26 December 2011

Banjir Berkat NATAL

Natal, 25 Desember 2011 kali ini mempunyai makna yang berbeda buat saya pribadi.

Sudah sekitar 20 tahunan lamanya saya merayakan Natal setiap tahunnya. Merayakan Natal dengan cara yang berbeda – beda setiap tahunnya.
Lengkap dan selalu ditemani Pohon Natal berkerlap – kerlip, kue – kue kering dan makanan ‘haram’ yang pasti bikin celana makin sempit. Lagu – lagu Natal yang terus berkumandang.
Belum lagi efek salju yang turun menambah syahdu suasana. Kebersamaan dengan keluarga besar yang memang pada besar – besar, canda tawa mewarnai disertai aib keluarga masing – masing. Lalu teman – teman yang mendadak menjadi lebih akrab karena akhirnya kita bertegur sapa via facebook, twitter, email, sms, bbm saling mengucapkan Selamat Natal.

Yah, momen Natal memang terkadang terlihat dan terdengar ‘meriah’ apalagi kalau jalan – jalan ke Mall, berbagai bentuk dekorasi Natal mewarnai dan dapat dirasakan oleh semua orang tanpa terkecuali, kaum nasrani maupun yang non-nasrani.

Natal memang patut dirayakan dengan meriah bagi kaum yang mampu,

Tetapi, Natal tahun ini mempunyai makna yang mendalam bagi saya pribadi.

Seperti biasa, pagi – pagi kami semua ke Gereja untuk mengikuti kebaktian Natal. Selesai kebaktian disambung dengan acara ramah tamah. Kami tidak langsung pulang melainkan kumpul di rumah Embah.
Semua sanak keluarga berkumpul, berbagi cerita, makan – makan, ketawa – ketawa, bahagia.

Jam menunjukkan pukul 14.00 kami masih berkumpul, sejujurnya bukan karena rasa kebersamaan tetapi faktor hujan turun terus tanpa henti.

Jam 15.00 hujan mulai reda, kami langsung pulang, takut ada tamu yang datang berkunjung.

Begitu sampai depan komplek rumah perasaan was – was mulai mendera.
Lautan lumpur coklat menutupi jalan.
Sampai depan gerbang rumah perasaan tambah berkecamuk.
Garasi mobil yang berkeramik merah jadi coklat.
Buka pintu rumah dengan napas tertahan dan PUJI TUHAN semuanya tergenang air.

C papa tertegun sambil mengucap Puji Tuhan dan segera ganti celana pendek.

C mama tercengang sambil berkata Akh Ngga Sanggup lalu segera telepon sepupu memanggil bala bantuan.

Sementara kami berdua (saya dan adik saya) Menghela napas, mengitari pemandangan dan sudut – sudut ruangan yang sudah dijamah air bah itu sebentar lalu ganti baju dan mulai mengambil peralatan perang.

Empat jam lamanya kami sekeluarga bahu membahu menyingkirkan lumpur dan genangan air di rumah. Pekerjaan jadi terasa ringan, diselingi canda tawa, tukang bajigur yang laris manis, kopi, camilan. Mungkin ini yang bikin lama pengerjaan jadi empat jam, kebanyakan jajannya.

Setelah lantai bersih, kami pun makan di luar. Makan di luar rumah, di teras. Bawa peralatan makan, nasi, lauk pauknya, semuanya ke luar rumah, ke teras.
Menu sederhana tapi makan bersama – sama itu terasa nikmatnya.

Akhirnya semua beres juga berkat bala bantuan yang datang dari keluarga. Rumah pun rapi dan bersih kembali persis seperti tadi pagi sebelum kami tinggalkan.
Indahnya menghabiskan waktu bersama keluarga di Hari Natal ini, semuanya gara – gara banjir.
Banjir membawa berkat bagi saya pribadi dan mengajarkan betapa keluarga itu mempunyai peranan penting. Mereka bisa diandalkan disaat – saat genting dan membantu tanpa banyak bertanya tanpa mengharapkan upah karena mereka tulus. Banjir mengajarkan juga bahwa menghabiskan waktu dengan keluarga itu sangat berharga.

Selamat Natal dan Selamat Tahun Baru yah ....



Damai dan Kasih Natal menyertai kita semua ....

15 December 2011

(About) Autis "Temple Grandin"

Kemarin ini lagi main ke rumah kekasih yang kebetulan langganan TV Cable. Hahhah memang dasar udik, sebagian waktu dihabiskan untuk nonton film yang ngga ada habisnya dan ngga ada iklannya. Hehehee.

Saat lagi ganti – ganti channel, ngga sengaja lihat film yang nampaknya lumayan rame karena setting waktunya sekitar tahuan 60an dengan setting country. Ternyata ini sebuah kisah tentang seorang perempuan bernama Temple Grandin yang menyadang penyakit autis.



Di film itu di ceritakan bagaimana perjuangannya mencoba bersosialisasi dengan orang – orang yang menggangap dia aneh atau gila. Temple sangat menyukai bidang sains bahkan dia menciptakan alat untuk menenangkan dirinya sendiri.
Perjuangan gigihnya saat harus menyelesaikan thesis di peternakan sapi yang selalu mengusirnya dari sana. Sebagai penyandang autis, dia bisa melihat dan merasakan hal – hal yang tidak bisa dilakukan oleh orang normal.

Dia mengerti mengapa sapi melenguh lebih keras dan menghambat proses kerja di peternakan. Usahanya membuat sistem agar peternakan lebih terkendali dan mengurangi jumlah sapi yang mati banyak mengalami kontradiksi. Sampai akhirnya dia menjadi Professor of Animal Science at Colorado State University dan selalu diminta untuk mendesain sistem peternakan di banyak Negara.

Film yang sangat menginspirasi untuk kita (sebagai orang normal), bagaimana mungkin seorang autis mendapat gelar professor, menulis berbagai artikel di berbagai media, dan mengajar di berbagai universitas. Film ini berdasarkan kisah nyata perjalanan hidup Temple Grandin dan diperankan dengan sangat memukau oleh Claire Danes. Lihat profil lengkapnya di sini


Ngomong – ngomong ... apa sie memangnya autis itu?

Autisme itu adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, yang gejalanya sudah timbul sebelum anak itu mencapai usia tiga tahun. Penyebabnya adalah gangguan neurobiologis yang mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak tidak mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan dunia luar secara efektif.
Detailnya bisa dilihat disini
Atau di sini

Mengapa seorang anak bisa terserang autis itu banyak penyebabnya yang sampai sekarang masih dalam proses penelitian. Banyak sumber yang mengatakan bahwa autis disebabkan karena kurangnya kasih sayang dari Ibu.

Walaupun mengalami kesulitan dalam bersosialisasi dengan dunia luar, mereka masih bisa mendengarkan kita dan memiliki ingatan visual yang tajam. Beberapa diantaranya ada yang ahli dalam menggambar, matematika, musik, dan sains.

Ini list beberapa novel/film tentang autis yang sudah saya baca dan saya rekomendasikan untuk kalian baca (jika memang tertarik :D),

1. The Curious Incident of The Dog in The Night-Time by Mark Haddon
2. A Child called IT by Dave Pelzer
3. The Lost Boy by Dave Pelzer
4. A Man Named Dave by Dave Pelzer
5. Dinding Dinding Kaca by Howard Buten
6. Dunia di Balik Kaca by Donna Williams


Beberapa film yang menceritakan tentang autis,
1. Temple Grandin
2. A Beautiful Mind
3. My Name is Khan
4. Mercury Rising
5. Bless The Child
6. I am Sam



Well, sebenarnya ada banyak buku/novel/artikel/film yang menceritakan tentang anak autis selain list di atas.
Entahlah membaca atau menonton tentang anak autis itu merupakan pelampiasan dari obsesi masuk psikologi (gagal ujian saringan masuk sie :P).

Ayo, silakan listnya ditambahkan .. siapa tahu ada buku yang kalian sudah baca dan ngga ada di list saya.

Terima kasih sudah mampir.

14 December 2011

#Nyablak Pernikahan

Sabtu, 10 December 2011 merupakan momen paling berharga bagi saudara sepupu saya. Iya, dia menikah dengan seorang pria (tentu saja) yang baru saja lulus kuliah. (BACA: baru saja lulus kuliah dan sudah dipastikan belum bekerja).

Mungkin karena faktor usia mereka mempercepat hari pernikahan. Bagi sebagian orang, seorang perempuan yang sudah berumur 25 tahun harusnya sudah menikah dan beranak pinak. Untunglah saya dan keluarga saya bukan termasuk sebagian orang itu. Heu.

Resepsi diadakan di sebuah gedung serba guna yang kecil, dilengkapi dengan kapasitas kipas angin dua buah saja. Undangan yang di sebar (katanya) menyampai 1200 orang.

Alhasil, ruangan yang begitu sempitnya (biasa digunakan warga untuk rapat) menjadi padat merayap bercucuran keringat termasuk penganten dengan kebaya kebanggaannya. Baru satu jam acara berlangsung makanan sudah hampir habis.
Stand ice cream dan puding dikerubuti oleh anak – anak kecil. Suasana menjadi tidak kondusif dan sayangnya beberapa tamu kehabisan makanan.
Ini kan momen kebahagiaan mereka yang ingin dibagi dan dirayakan bersama – sama. Bagaimana para tamu bisa ikut merasakan kebahagiaan mereka jika kondisinya seperti itu.
Justru malah membuat para tamu menjadi menggerutu dan mengeluh. Heheheh termasuk saya ngga kebagian es krim.


Eh, saya menulis ini bukan maksud mau menjelek – jelekkan dan berprinsip menikah itu harus dirayakan secara besar – besaran luar biasa. (kalo duitnya ada sie kenapa ngga :P).

Tujuan saya menulis ini sebenarnya ingin bilang bahwa “Hey, pernikahan itu bukan akhir dari segalanya!”

Jujur saja, saya terkadang merasa tergelitik saat mendengar beberapa orang ingin cepat - cepat menikah dengan segala keterbatasannya. Buat apa memaksakan suatu pernikahan dengan utang kesana – kesini.
Menikah itu jelas membutuhkan biaya yang berjuta – juta.
Kalau memang belum mampu lantas untuk apa dipaksakan?

Memangnya setelah menikah keadaan menjadi tiba – tiba baik – baik saja!
Setelah menikah, lalu melahirkan ... kemudian punya anak.
Memangnya melahirkan dan mengurus anak ngga pake biaya? Mau utang lagi?
Mau sampai kapan hidupnya dililit utang terus?

Maaf, bukan bermaksud untuk sinis tapi mencoba untuk menjadi realistis!

Sekali lagi Pernikahan itu bukan akhir dari segalanya!

Masih ada kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipikul bersama!

Hehehheee ...

08 December 2011

(About) WALK IN INTERVIEW

Hy there .. long time no see yah ...

Udah lama nie ngga ngeblog. Apa kabarnya kalian?  so asik ginih.
Btw, hari – hari kemarin tuh saya di sibukkan dengan kegiatan rumah tangga aka nganggur. Kebetulan banget beli koran sabtu yang banyak menampung iklan lowongan kerja.
Nah, di salah satu kolom itu ada iklan Walk In Interview. Datang langsung pada hari dan jam sekian.

Ini nie yang akan saya bahas.

Sebenarnya apa sie Walk In Interview itu?
Walk In Interview itu jenis wawancara langsung yang di adakan oleh perusahaan. Tidak perlu kirim cv dulu atau janjian. Langsung datang dengan membawa dokumen pribadi kita.
Sempet shock kemarin karena baru pertama kali ikutan yang namanya walk in interview (gue ajah kali yah yang agak norak).


Well, ini ada beberapa tips yang (mungkin) berguna untuk kalian saat akan melakukan walk in interview, diantaranya;

1. Cek Company Profile
Saat kita baca iklan lowongan kerja dan menemukan ada perusahaan yang mengadakan walk in interview. Hal yang harus dilakukan adalah cek dulu company profilnya. Nama perusahaan, jenis perusahaan, produk dari perusahaan, visi dan misi, dll. (google akan membantu).

2. Cek Posisi yang ditawarkan
Perhatikan posisi yang ditawarkan. Apakah jenis pekerjaannya sesuai dengan background pendidikan kita, kemampuan kita, bakat kita dan minat kita. Jangan sampai saat apply posisi sebagai marketing (contoh) kita tidak tahu seluk beluk dan job desk tentang marketing. (nie fatal)

3. Bawa data diri dan kelengkapannya
Ini penting banget, WAJIB bawa CV (Curriculum Vitae) dan surat lamaran lengkap (in English klo bisa biar keren gituh). Lengkapi juga dengan ijazah, transkrip nilai terbaru, foto copy ktp, sertifikat pendukung kalau ada biar menyakinkan. Dan tentu saja foto terbaru.

4. Bawa alat tulis.
Pulpen, pensil, notes (kecil) itu WAJIB. Kadang kala dalam walk in interview disertai juga dengan psikotest. Nah, jangan sampai kalian gagal psikotest hanya karena tidak bawa pulpen!

5. Bawa Minuman (dan makanan kecil)
Jika walk in interview dalam skala besar sudah dipastikan peserta yang datang itu jumlahnya pasti akan banyak. Sebelum pergi pastikan perut dalam keadaan kenyang sehingga kita bisa konsentrasi saat interview berjalan. Menunggu panggilan interview dengan banyaknya peserta pasti akan memakan waktu sangat lama maka dari itu penting banget bawa minuman dan cemilan apalagi kalau punya maag. Hehehee (pengalaman pribadi nie)

6. Penampilan dan Wajah Optimis
Don’t judge the book by it’s cover  nonsense! Dalam hal walk in interview istilah ini jangan pernah dipakai. Percayalah! Penampilan pertama saat interview itu penting banget. Pastikan kamu pakai kemeja terbaikmu yang sudah di setrika rapi. Jangan lupa mandi dan malamnya jangan begadang. Wajah kucel dengan mata panda ngga oke banget untuk interview pertama. (make sure interviewer terkesan saat pertama kali ketemu hingga proses interview berjalan dengan lancar).

7. Tepat waktu
Cek lagi 6 hal di atas. Kalau semuanya sudah oke dan lengkap datanglah tepat waktu. Lebih bagus klo sebelum walk in interview dimulai 15 menit sebelumnya kalian udah di lokasi. Jadi khan nunggunya juga ngga terlalu.

Yah, itu dia 7 hal yang harus diperhatikan saat walk in interview. Ini sie menurut pengalaman pribadi gue ajah.
Semoga bermanfaat yah. Hehehheee
Gud Luck.


Sumber dari sini

29 November 2011

Selepas Pulang Kerja

Office Hour selama 8 jam (beberapa bahkan lebih dari 8 jam) kita bekerja di kantor. Penat, cape, lelah sudah pasti. Engga rasanya menemui Hari Senin dan selalu menunggu Jumat datang.

Bekerja selama 5 – 6 hari dalam seminggu apalagi kalau sudah di kejar – kejar dengan deadline yang mengharuskan lembur sudah pasti stress akan menyerang. Jika stress datang kita butuh hiburan.
Setidaknya melepas stress sejenak sebelum mulai bertempur kembali.


gambar dari sini

Ada beberapa tipe yang biasa dilakukan sebagian orang selepas pulang dari kantor, diantaranya:


gambar dari sini

1. Tipe kostan (single)
Tipe ini biasanya paling betah di kantor. Entah memang kerja lembur, numpang internet sekalian download ‘sesuatu’, atau sekedar ngobrol dengan satpam. Pulang kantor singgah dulu di kios langganan atau malah ngetem di kost-an temennya numpang mandi – makan sehingga sampai kostan tinggal tidur.

2. Tipe kostan (pasangan)
Tipe ini bahkan sebelum pulang kantor sudah merencanakan tempat makan yang akan mereka tuju. Menghabiskan waktu di mall, makan bareng, nonton, dan jalan – jalan. Kalau tanggal tua nungkrungnya dirumah c pacar atau di kost c pacar.

3. Tipe kostan (menikah)
Tipe ini lebih sering menghabiskan waktunya di kostan. Sampai kostan menunggu atau menelpon orang rumah, beres – beres kostan, dan ngobrol dengan seisi kostan. Tipe ini biasanya dijadikan semacam ibu suri (untuk perempuan). Nah, untuk pria belum dilakukan riset lebih lanjut.

4. Tipe rumah (single)
Tipe ini cocok sekali berteman dengan tipe 1 karena mereka saling melengkapi. Hehehe. Pulang kerja yah larinya ke kost teman. Biasanya tipe ini mensuplai aneka cemilan dan dvd.

5. Tipe rumah (pasangan)
Tipe ini juga ngga jauh beda ama tipe 2. Pulang kerja yah dinner bareng pacar. Untuk yang LDR (Long Distance Relationship) biasa sie buru – buru nyampe rumah dan online supaya bisa chatting dengan c pacar.

6. Tipe rumah (menikah)
Nah, tipe ini selalu menunggu jam pulang kantor segera berakhir karena pengen cepet pulang dan berkumpul dengan keluarga tercintah. Khususnya untuk pasangan yang baru menikah dan baru punya buah hati.
Kalau untuk yang sudah bertahun – tahun menikah ada yang beberapa langsung pulang kerumah, kadang bawa bungkusan makanan untuk istri/suami tercinta, kadang bawa mainan untuk sang buah hati.
Tetapi ada juga yang lanjut meeting di luar kota. Yang menjadi pertanyaan meetingnya sama siapa? Masalah ini masih harus di riset ulang. Hehehehe


gambar dari sini


Jadi, kalian termasuk tipe yang mana?

Btw, jangan tersinggung yah. Namanya juga riset iseng semata.




Terima kasih sudah mampir dan membaca.

24 November 2011

Menyambut Asus c Laptop Baru

Kemarin ini saya memutuskan untuk membeli laptop baru!

Laptop yang dulu pecah retak berantakan akibat ketiban plakat penghargaan saat lagi beres – beres kamar.
Hal ini (agak) sedikit membuat saya trauma untuk beres – beres kamar lagi!

Setelah mundar mandir ke warnet dan menghabiskan Rp. 10.000,- per harinya disertai keyboard yang kasat mata huruf – hurufnya.
Iyah, saya pada akhirnya memutusan untuk membelikan keyboard baru buat penjaga warnet.

Di pikir – pikir ngapain juga saya membelikan dia yang baru toh yang akan menggunakannya juga bukan cuman saya saja.

Ngecek tumpukan rupiah di buku tabungan ehmmmp baiklah, BESOK beli laptop satu saja!

Jujur saja saya bukan penggila gadget, bukan pula pengemar teknologi mutakhir, justru cenderung gaptek. Alhasil, saya (memaksa) sang kekasih untuk menemani mungkin lebih tepatnya mencarikan laptop itu. Hehehee.

Menentukan pilihan itu sulit sekali karena sekali lagi harus intip dompet, buat apa beli yang canggih tapi ngga makan sebulan? No no no big no no.

Selain itu perdebatan pun muncul, jujur (lagi) saya paling anti kalau harus keliling keluar masuk satu toko ke toko yang lain nya untuk memutuskan bahwa ini dia barang yang sesuai.

Sambil berpegangan tangan, sang kekasih terus memberi saya dukungan mental dan fisik tak lupa dengan berdoa. Urusan negosiasi pun saya serahkan sepenuhnya kepada dia. (jadi kalo ada yang salah kan tinggal salahin dia) - ini becanda lho!

Dengan budget ala kadar dan kriteria yang “semau gueh” pilihan jatuh pada ASUS.
Tak lupa modemnya dengan slogan ‘I hate slow’.

Menentukan jenis modem apa yang akan di beli juga membutuhkan perjuangan. Naik turun lantai.

Eh, tunggu beli laptop ajah asa tampak riweuh yah.

Yah namanya juga barang baru harus pamer.



Hehheheheee .... thank to sang kekasih Andry Utu Tulung ...

NB (ngga penting)
Ini tulisan pertama dengan laptop baru.
Bisa ganti keyboard pake HP ngga yah?

18 November 2011

Sebuah Kado Perpisahan

15 November 2009, 2tahun lalu. sepagian saya hanya berkutat di ruang meeting kantor. hari itu ada dua calon kandidat untuk bergabung di activation team yang harus saya seleksi..sebetulnya hampir semingguan saya sedang terus menyeleksi mana yang nyaman untuk tim saya dan saya pribadi. karena buat saya kenyamanan itu penting. total sudah 5 orang yang sudah saya interview.. dengan yang hari ini sudah tujuh; dan belum satupun yang sreg di hati..

boss besar memberikan “ultimatum” untuk segera memilih dari tujuh tersebut karena kebutuhan semakin mendesak dan juga mungkin dia kesel krn saya belum juga memberikan keputusan.. saya meminta waktu sampai besok. karena saya sedang menunggu 1orang lagi. CV nya saya terima di meja beberapa hari lalu, dan 16 November 2009, dia menyatakan ok untuk dateng.. “satu lagi ya mas, setelah besok, saya pasti sdh punya keputusan” janji saya..

and the day was come.. sekitar pukul 9pagi, seseorang itu datang.. “christina ya?” sapa saya kepadanya yg duduk di ruang tunggu “ayo kita mulai yuks” dan berdirilah dia dannn wooo she’s so tall.. berkemeja pink, berambut panjang, dan beranting2 panjang.. dan berpinggang kecil!! hmm terlalu perempuan gk ya buat dijadikan tim event, pikirku..

interview berjalan baik.. dia bagus dlm berbicara, tau cara menempatkan diri, dan aku menemukan sesuatu di dirinya;Christina itu tidak menyadari bahwa dia smart!

setelah interview, aku memberikan tugas.. 3 event yang dibuatnya dalam 15 menit cukup memukau.. tidak sekedar ide, dia pun memaparkan secara detail. and after that, i knew that i had a decision..

Christina, or akhirnya dia meminta untuk dipanggil Eva, bergabung dengan tim ku yang berisi 3 lelaki dan 1 perempuan saja.. dia memberi warna lain di kelompok kecil kami..berjalannya waktu, dia semakin bisa membaur dengan siapapun.. tanpa basa basi namun tau membatasi diri.. memperkenalkan eva pada pekerjaan2 itu mudah.. pertama, aku perkenalkan *or terjunkan* dia bersama Jured, our specialist outdoor.. gampangnya, aku minta eva untuk ditempa di lapangan.. dan aku, berutgas mematangkannya di sisi presentasi, negosiasi, detail dan sebagainya yg pada kenyataannya she knew everything best..

di awal tahun 2010, 5bulan menjelang terwujudnya keputusan saya, sedikit demi sedikit saya mengarahkan eva untuk lepas dr saya.. and seperti biasanya it works perfectly.. tentang hubungan dengan tim, eva dan dua lelaki lainnya sudah memiliki kedekatan yang luar bisa, begitu pun dengan semua orang kantor.. eva sudah tau ritme dan sdh tidak harus bertanya apa yang perlu dilakukannya.. dan yang terpenting, eva sudah bisa sgt nyaman menjadi dirinya sendiri *jadi preman maksudnya*

saat saya sudah tak berada di kantor, eva smakin luar biasa.. dari kabar yang dia ceritakan, dari kabar teman2 di kantor lama.. saya menjadi super bahagia..

dan hari ini *atau besok* *atau udah* anak ayamku telah sampai pada titik kelulusan.. terserah penilaian para dosen disana, tapi menurutku, dia lulus dengan baik..

dear anak ayamku, segeralah temui dunia! love you *menitikkan air mata* *emakemak lebay*

Tulisan Copas disini

14 November 2011

Jejak Terakhir yang Tertinggal

Awal Bulan November ini suasana kantor tidaklah lagi sama.

Seperti Black Eye Peas misalnya yang tiba – tiba mengundurkan diri dari dunia permusikan. Betapa kacau dunia permusikan kehilangan group musik hip hop yang selalu menguncang dunia lewat lagu – lagunya.

Awalnya mungkin seperti No Doubt ... musiknya sempat menguncang dunia. Lalu tiba – tiba hilang dan sekarang Gwen jadi solo karier.
Berjuta – juta fans sedih karena kehilangan idolanya. Namun, Gwen memutuskan untuk bersolo karier sampai sekarang.
Mungkin personil lainnya pun sudah disibukkan dengan aktivitasnya masing - masing.

Yah, selalu ada perpisahan dalam setiap pertemuan.

Perpisahan antar group band pasti terjadi. Semuanya tidak akan sama lagi.

Seperti kalian yang tidak kutemukan lagi duduk di meja kerja kalian masing - masing.

Perasaan saya mungkin sama dengan berjuta – juta fans No Doubt itu. Sedih karena harus berpisah dengan group band idolanya.

Well, bukan berarti saya ngefans dengan kalian .. hanya saja suasana kantor tidak lagi sama tanpa kehadiran kalian.

Adit, yang selalu tiba – tiba datang (bagaimana mungkin badan yang sebesar itu bisa tiba – tiba muncul tanpa bersuara) dan menyita perbekalan roti makan siang. Sekarang roti itu selalu ada bahkan sampai pulang kerja. Dia aman! Haknya tak lagi dirampas. Namun, semuanya itu tidaklah lagi sama. Untuk apa makanan yang tersisa? Lalu akhirnya berakhir di tempat sampah, bukan perutmu.


Phanie, yang selalu menyapaku di pagi, siang, sore, menjelang malam dengan suaranya yang (agak) mencicit jengkling cepreng gimana githu “evvvveeeeee” terkadang (amat sangat) menganggu tingkat konsentrasi dan kesadaran saya. Sekarang tak ada lagi sapaan yang menganggu konsentrasi. Namun tetap saja, justru saya malah kehilangan konsentasi. Kuping saya sudah terbiasa mendengar suaramu, celotehmu, bahkan curhatanmu yang tiada akhir. Afternoon session pun dibubarkan dan base camp sudah tergantikan dengan yang lain.


Rangga, yang selalu muka datar, tanpa ekspresi, dan sekalinya berekspresi hanya tampang marah, jutek, dengan kata – kata singkat, padat, dan datar penuh aura tanda seru. Ruangan desain sekarang lebih damai dan tentram tanpa raut muka datarnya. Namun, justru itu yang membuat ruangan desain dingin seperti tak berpenghuni.


Jovi, yang selalu pernampilan necis, yang membuat kehadirannya diketahui semua orang dengan bau parfumnya, yang selalu ribut karena rebutan telepon. Sekarang suasana lebih kondusif bagi sebagian hidung orang kantor. Saingan untuk merebut tahta telepon berkurang. Namun, tanpa ada persaingan semuanya terasa hambar seperti hidungku yang tak mencium bau menyengat pafrummu itu.


Entahlah kepergian kalian itu membawa dampak yang positif atau negatif bagi saya pribadi.

Yang jelas suasana kantor tidaklah lagi sama tanpa kehadiran kalian.
Seperti No doubt yang menghilang dari dunia musik.

Seperti yang kerap kali saya katakan bahwa setiap ada pertemuan selalu ada perpisahan.

Di tempat inilah saya dipertemukan dengan kalian-manusia-manusia-hebat-dalam-bidangnya. Dan di tempat ini pulalah kita berpisah.

This is it!

Ini adalah kata – kata perpisahan terakhir saya untuk mereka – mereka yang sudah lebih dahulu meninggalkan jejak di tempat ini.

Sengaja saya menuliskan kata – kata perpisahan untuk kalian di akhir.
Karena tidak akan ada lagi kata – kata perpisahan.

Ini yang terakhir! Saya simpan untuk kalian.

Melalui tulisan ini, saya pun akan mengakhirinya.

Ini adalah akhir saya di babak ini.

Sampai bertemu lagi di awal dengan babak yang lain, babak yang baru!



_The End_

13 November 2011

Bernostalgia di Potluck Cafe

Dulu saya menemukan tempat ini bersama teman – teman kampus saat akan menyaksikan pagelaran seni yang ditampilkan oleh Teater Sendal Jepit.
Awalnya sedikit tersasar karena muter - muter mencari jalan menuju ke sana dan setelah sampai pertunjukan pun sudah babak terakhir.


Tempat yang lumayan asyik untuk nongkrong, kopinya enak dan yang pasti cappuccinonya pekat.
Setelah mengetahui tempat ini dan gagal menonton pertunjukan itu, kami jadi sering menghabiskan waktu di sini. Hanya nongkrong sekedar ngopie, baca - baca novel bahkan kami sering mengadakan rapat - rapat kecil produksi pementasan dan tentu saja menjadi tempat ajang bercurhat-ria.

Bermalam – malam minggu saya habiskan waktu di sini. Hanya sendiri.

Well, secangkir cappuccino, sebuah novel, dan sebungkus rokok.
Mereka adalah teman yang ideal untuk menemani malam minggumu, pendamping dalam kesendirianmu.

Selepas kuliah, kami pun disibukkan dengan kesibukkan masing - masing. Pekerjaan.
Ada berbagai alasan yang membuat kami, saya khususnya tidak mampir ke tempat ini lagi. Mungkin karena sibuk atau kebetulan saya tidak sendiri saat malam minggu datang. Lagipula di Bandung ada banyak Coffee Shop yang ingin kuburu cappuccinonya.

Dan entah mengapa hari ini saya melangkah kembali ke tempat ini.

Bukan karena kesendirian di malam minggu, bukan untuk reuni dengan teman kampus, bukan karena alasan apa pun. Rindu mungkin. Sekedar bernostalgia mengingat masa - masa kuliah bersama teman - teman di tempat ini.

Di sinilah saya, duduk dengan pesanan yang sama, cappuccino.

Banyak yang berubah ternyata, sudah hampir dua tahun saya tidak ke sini.
Desain layout yang berubah, tata letak ruang, desain interiornya.
Dulu ada ruangan khusus, mini perpustakaan, ruangan yang penuh dengan rak berisi buku - buku dan novel.
Sekarang ruangan itu dirubah menjadi ruang meeting dengan meja kayu panjang, beberapa kursi, bahkan ada screen dan projectornya.
Pembatas ruang meetingnya bukan tembok melainkan rak buku yang dijadikan sekat.
Di area lain juga terdapat rak - rak buku yang di desain sedemikian rupa. Sangat Eye Catching. Beberapa pegawainya juga mukanya tidak saya kenali lagi, orang baru semua. Menurut kabar burung memang terjadi pergantian manajemen. Iyah, mungkin itulah penyebab mengapa ada perubahan di beberapa hal, khususnya desain layout ruangan.

Layaknya sebuah rumah yang direnovasi, penampilan luarnya berubah, tetapi tetap saja penghuninya adalah orang yang sama.

Seperti tempat ini ... perubahan - perubahan itu lantas tidak membuat "dalamnya" berubah. Menu yang dulu masih ada, malah ada beberapa menu baru; salah satunya pancake. Rasa Cappuccinonya tidak berubah, masih se-enak dulu saat saya mencicipinya. Buku - buku yang berderet rapi dan tentu saja jumlahnya semakin banyak.
Panggung kecil di belakang sana yang menghiasi taman belakang masih sama, masih ada.


Nostalgia yang menyenangkan ....

Sekedar info Potluck cafe ini ada di Jl. Haji Wahid No 31, Bandung.

Senang rasanya dapat bernostalgia kembali di tempat ini walau ada beberapa hal yang berubah tapi tetap tidak mengurangi esensial tempat ini.

Sudah pernah kah kalian mengunjungi tempat ini? Rasakan sendiri atmospherenya dan cappuccinonya, ada menu lainnya jika tidak suka kopi.

Atau hanya sekedar ingin mengisi acara di tempat ini. Ada panggung di sana yang akan menyambut penampilan kalian; perform musik, pementasan mini, atau bahkan launching buku/album.

Ehmpp, atau ada kah tempat yang sudah lama tidak kalian kunjungi?

Coba datang sesekali sendiri dan rasakan setiap sudut detail kenangannya.
Now, it's time for me and myself to enjoy this ...
Sepenggal novel karya Seno Gumira Ajidarma "Linguae", Sebungkus Rokok, dan tentu saja Secangkir Cappuccino .. ssluurrppp

My Last Trip Roadshow #Kuningan

Selamat Datang di Kota Kuningan



Setelah roadshow di Kota Cirebon kami menuju kota selanjutnya, Kota Kuningan.
Kota kecil yang masih asri. Udaranya lebih bersahabat, tidak sepanas Cirebon.
Di sepanjang jalan masih banyak pesawahan dan pepohonan.

Kebetulan Roadshow kali ini di adakan di SMKN 2 Kuningan, tepat di bawah kaki Gunung Ciremai. Sejuk dan asri itulah yang ada di benak saya.

Teringat beberapa tahun yang lalu, saya pernah menginjakkan kaki di Gunung itu, walaupun tidak mencapai puncak tapi pemandangan lembah edelweis tersimpan rapi di dalam sel-sel memori.

Talkshow berjalan dengan lancar, Pihak sekolah pun menyambut Tim kami dengan sangat antusias. Para siswa juga semangat mengikuti talkshow tentang betapa pentingnya vaksin.

Well, this is my last trip roadshow.
Pengalaman yang amat berharga menangani klien yang notabenenya adalah salah satu produsen vaksin terbesar di Asia Tenggara.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi saya dapat terlibat dalam roadshow ini. Kerjasama dengan tim yang solid.
Setiap cangkir kopi yang kami minum bersama di malam hari saat sebagian orang sudah terlelap oleh mimpi.
Kebersamaan dalam setiap hal yang tidak mungkin terlupakan dalam sekejap mata.
Semua tersimpan rapi di dalam sel - sel memori saya.

Roadshow terakhir ini semoga menjadi Roadshow yang sukses, setidaknya di mata klien.

Well this is it!
Time to say good bye.
No regret!
I already decided it.

Seperti yang saya kerap kali katakan bahwa setiap ada pertemuan selalu ada perpisahan.
Ini lah akhir dari pertemuan kita.

Sampai bertemu dengan awalnya saya nanti yang masih kasat mata tampaknya.

Well, once again, this roadshow ended in Kuningan City.

10 November 2011

My Last Trip Roadshow #Cirebon

Selamat Datang di Kota Cirebon


Kota Cirebon .. Di sinilah saya kembali bersama tim dalam rangka mengadakan event roadshow ke sekolah - sekolah untuk edukasi tentang pentingnya Vaksin. Kegiatan yang targetnya adalah anak SMA membuat kita jadi berasa gaul. Bergaul dengan anak-anak SMA seperti muda kembali. Melihat tingkah laku mereka seperti bercermin pada masa lalu.

Di Kota ini saya dipertemukan oleh nasi jambang yang terkenal. Sega Jamblang Ibu Nur yang konon sudah terkenal kemana - mana. Nah, kalo main - main ke Cirebon coba mampir kesini yah. Lokasi cukup strategis karena dekat Grage Mall (Mallnya orang Cirebon) lagipula tanya orang sekitar karena Ibu Nur ini memang terkenal tapi jangan lupa harus berdoa supaya Anda mendapat tempat duduk, karena warung nasi yang buka 24 jam ini selalu dipenuhi oleh pelanggan.



Kota yang panas ini sempat beberapa kali di guyur hujan namun tidak mengurangi tingkat kepanasannya. Di Kota inilah kami mengadakan talkshow edukasi ke SMAN 7 Cirebon. Kami di sambut dengan tangan terbuka oleh Pihak Sekolah.

Selama dalam perjalanan (bahkan sebelum pergi pun) saya merasakan hal yang luar biasa dalam event kali ini. Antara Rasa senang dan sedih yang bercampur aduk.

Karena ini adalah event terakhir saya ...
Saya benar - benar merasakan proses setiap detailnya karena tidak mau kehilangan satu momen pun.

Well, sampai sini dulu yah.
Mau siap - siap untuk roadshow ke Kuningan.

25 October 2011

Topeng Seorang Monyet

Pagi ini, seperti biasa aku bangun penuh semangat.
Bersiap mencari nafkah.
Telat sedikit rejeki dipatok ayam.
Tanpa mandi dan sarapan layak aku segera beranjak.
Menuju lampu merah dimana mobil dan motor berjejalan.
Telat sedikit maka jalanan akan lenggang.
Tidak ada makanan.
Hanya cambuk.

Gendang mulai ditabuh.
Musik mengalun.
Lampu berubah merah.
Inilah saatnya aku beraksi.
Tak lupa kukenakan topeng kejayaan.

Gambar di sini

Melakukan aksi akrobatik.
Pembalap pun kalah melihat aksiku.
Bergaya elegan bak model di catwalk.
Atau sekedar belanja ke pasar.
Tak lupa memohon doa restu pada Yang Maha Kuasa.

Sebelum lampu berubah hijau.
Sebaiknya aku sudahi dan meminta apa yang patut aku dapatkan.
Hari semakin siang.
Sebaiknya aku beristirahat sebelum sore memanggil.
Aku lepaskan topeng.

Gambar dari sini

Berjalan pulang. Berharap
Menanti pisang segar dalam perjalanan.
Atau cambuk pelampiasan rasa lapar.

Gambar dari sini

***

23 October 2011

Selepas Hujan

Siang ini hujan turun
Selepas hujan sang mentari terbit
Pelangi menjadi hiasan semesta
Potret alam!


Malam ini hujan turun, lagi
Rinai hujan membasuh rerumputan kering
Gemerisik dedaunan atas rintikan hujan
Suara alam!


Pagi ini langit cerah
Tercium harum embun dedaunan
Kuncup yang memekar
Rumput lembab yang saru warnanya
Hijau yang mendamaikan
Pagi yang mempesona
Keindahan alam!

Gambar dari sini



21 October 2011

Happy Birthday to you, Mom ...

She always there
Even I don’t see her
She always listens
Even I don’t talk with her
She always knew
Before, I say any words.

She lifts my life with her own way
She is like the walking sunshine
Always lightening my sorrow lif

What you have given to me
I could be able to repay it.

So … I just wanna say thank you for this amazed life
A lot of pray for your health, wealth, and happiness, mom.

Now, please blow the candle!


Then cut the cake
Happy birthday to you, mom …




211011

04 October 2011

Kemana Malam SunyiKu

Menanti malam yang tak kunjung sepi.
Saat malam – malam mencekam telah datang.
Hening, tiada suara yang berani memecahkan keheningan.
Saat itulah aku bersyukur padaMu.
Betapa Engkau telah menjaga siangku yang teramat bising.

Malam yang sepi, hening ...
Hingga kau sanggup mendengar alam.
Desahan angin malam yang menggesek dedaunan.
Sungguh indah. Sungguh syahdu.
Hingga kau kepakan sayap burung penghuni malam yang mencari mangsa.
Sunggu tajam. Sungguh mencekam.
Hingga kau mendengar jangkrik yang bernyanyi riang menyambut malam.
Sungguh merdu. Sungguh mempesona.
Dengarlah suara alam ...
Apakah kau ikut mendengarkan?
Buka telingamu lebar – lebar, sang alam telah bernyanyi di kesunyian malam.

Namun, alam telah direnggut olehku.
Alam tak menampakkan dirinya lagi. Malu? Atau takut?
KARENA DENGKURANMU TELAH MENGUSIR MALAMKU.
NGROKKKK NGROOOKKK NGGROOOK

Gambar dari sini

Kisah Pejantan Tangguh




Kali ini saya ingin menceritakan ulang sebuah kisah tentang bagaimana seorang pria berjuang dan berkorban demi cinta, maka dari itu saya menyebutnya pria itu dengan sebutan pejantan tangguh.

Cerita di awali saat hari penuh dengan bintang–bintang bertaburan di kepala (baca: Brief).
Melumerkan kepala yang berdenyut dengan kuah baso panas berkaldu adalah pilihan yang cocok.

Menikmati gurihnya kuah baso dan kenyalnya baso, cerita pun mengalir pada jaman masih duduk di bangku sekolah dulu.
Bagaimana mungkin seorang pria bisa mempunyai jiwa yang begitu besar sebesar badannya. (mengingat pejantan tangguh berbadan besar, saya menjadi bertanya - tanya apakah memang yang berbadan besar selalu mempunyai jiwa yang besar???)

Masa SMA adalah masa terindah (menurut beberapa orang) tetapi dia menghabiskan masa SMAnya hanya dengan mengejar seorang gadis (tiga tahun lamanya).
Memasuki dunia perkuliahan, kadang pikiran kita tiba–tiba dibukakan lalu bersikap menjadi (sok) dewasa.

Dia begitu mendambakan seorang gadis, hanya mendamba tanpa mampu berani untuk melangkah dan mendapatkannya. Tiga tahun masa pendekatan (waktu yang tidak sebentar) itu di laluinya dengan menarik napas dalam–dalam.

Entah mengapa dia mencintai wanita yang salah (wanita yang sudah mempunyai pasangan) dan entah mengapa yang kedua dia selalu mengantar wanita ini ke rumah pasangannya. Parahnya dia pernah meminjamkan motornya untuk wanita ini agar bisa jalan-jalan bersama pacarnya.

Singkat cerita mereka lulus dan wanita yang dikaguminya ini karena orang rantauan langsung pulang ke kampung halaman (sebenarnya kota bukan kampung). Hubungan dengan pasangannya pun kandas.

Entah mengapa yang ketiga akhirnya dia berani menyatakan cinta dan diterima. Selama setahun lamanya mereka membina hubungan jarak jauh.
Hubungan jarak jauh ini pasti banyak halangannya. Jangankan yang jarak jauh, yang jaraknya dekat (tetangga sebelah rumah) juga sering berantem kok. Tapi tak lama kemudian si wanita minta putus.
Tapi, setelah walaupun sudah putus mereka masih menjalin hubungan komunikasi dengan baik.
Dan betapa kaget, terkejut, terpukau, terheran ketika membuka email dari si wanita

From : wanitamu@yahoo.co.id
To : dia_pejantan_tangguh@yahoo.co.id
Subject : WEDDING INVITATION
Dear Friends,

We are pleased to invite you to share our joy and happiness, and we express our sincerest gratitude for your presence, blessings, and prayers...
Time : ….
Location : …..

Thank you,
Wanita-Pria



Undangannya untuk minggu depan! (saat dia baca emailnya waktu dulu)

Entah mengapa yang ke empat dia pun mengumpulkan keberanian untuk datang ke pernikahan si wanita dan menanyakan pertanyaan klise “KENAPA?”.

Hingga cerita ini di ceritakan ulang pun dia masih belum mendapatkan jawaban “KENAPA” dari si wanita. Ya sudahlah yah. TITIK. Tidak usah diperpanjang.


Si diia di mata saya adalah sosok pejantan tangguh! Mendekati wanita tiga tahun lamanya. Pacaran hanya setahun, lalu putus dan seminggu kemudian menerima undangan pernikahan. Setelah diperlakukan dengan demikian hebatnya dia pun masih dapat berjalan dengan gagah (well, it’s too much) melewati panggung pelaminan.

Sekarang dia sedang mengejar 1001 mimpi (dan pasti lambat laun akan tercapai) lalu berkasih–kasih dengan Bella Barrymore dech. Eh!



Dan beruntungnya saya …

Karena saya juga punya pejantan tangguh! (pesan sponsor)

Bukan! Saya bukan si wanita! Dan pejantan saya tentu bukan dia!

Nanti akan saya hadirkan cerita khusus tentang cerita pejantan tangguh versinya saya! Namun, hanya untuk saya seorang ……..

26 September 2011

Needed FRESH AIR

Rutinitas somehow membuat saya tetap bertahan dan mampu menjalankan hidup ini dengan segala keceriaan yang saya serap dari sekitar.
But in the same time, I'm truly desperately menjalankan sesuatu yang bersifat routine.

Beach is The most Incredibly Place. Yup!
Tempat pertama yang saya tuju adalah Pantai.
A lot of fresh air there that you can breath with.
Bermain - main di pasir (sounds like a child)
kadang berprilaku atau bermain - main seperti anak kecil itu ampuh memecahkan stess.


ouhh how i missed the beach ...

Tempat kedua adalah Padang Rumput.
Begitu hijau ... Begitu menenangkan ... Begitu damai.
I could not handle my self not to rolling and laying on the grass.


Tempat ketiga adalah GUNUNG ..
yeah ... gunung adalah tempat dimana egomu ditaklukan oleh alam.

Banyak cerita disini dan bisa dibilang mental serta emosi saya dibesarkan oleh gunung, alam!
There is no me, you but us.
There is no word such selfish.


damn! writing this blog just remind me that I need a fresh air. needed urgently.
yah mungkin sedikit pelampisan atas kebosanan yang tak kunjung berhenti!

sesuatu yang baru, perhaps!


gambar:google

25 September 2011

Kangen BeRAMBUT PANJANG ...


percaya atau tidak ... percayalah .... saya pernah berambut panjang!
dan entah mengapa, saat lagi membuka album foto jadi teringat dan mendadak pengen panjang lagi! rambutnya!



sengaja yang di upload yang bagus - bagusnya ajah :D

Kami (masih) Belum Siap ...

Well, ini bukan tulisan yang isinya tentang klasifikasi bahwa kita akan nikah atau tidak akan nikah sama sekali. (berasa artis)

Ini cuman tulisan seperti tulisan lain yang saya bikin.

Bagi yang sudah tahu (maaf repost) tapi bagi yang belum tahu .. yah kami memang sudah membina hubungan lebih dari 10 tahun. amazing, indeed! (gw juga kadang ngga habis pikir :D)

Selama ini belum ada perbincangan secara serius dari kedua belah pihak keluarga, baik dari keluarga saya maupun keluarga dia mengenai pernikahan. Selain usia kami yang masih terbilang remaja eh muda maksudnya masih ada kakaknya yang masih status single (baca:belum menikah bukan jomblo eh ngga tahu dech).

Malam itu saat saya datang kerumahnya ...
Nyokapnya secara tiba - tiba bertanya,

"Va,udah kepengen kawin u teh?" (guys ini sebuah anomali karena nyokapnya ngga pernah ungkit tentang pernikahan ke gw sebelumnya)

(sambil mesam-mesem gw jawab) "akh ngga kok tante. kenapa gitu, tante?"

"Kata Dede (panggilan c pacar dirumahnya) kamu pengen kawin?"

"............."

"yah?"

"ehehehehehh ... ngga kok tante .. akh c dede ajah yang lebay. ntar lagi ajah akh kawin mah. eheheheheh"

"ntar teh nunggu apa???"

"eh, nunggu mapan dulu tante. nunggu dede punya rumah sendiri, mobil sendiri, baru aku mau kawin ama dia. eehehehehee"

"mau nunggu ampe kapan atuh. kalo c dede ngga punya rumah juga, gmana?"

"iyah nanti aku cari ajah yang lain yang sudah mapan. ehehehe"

"kenapa atuh ngga cari dari sekarang ajah? nunggu dede mah lama ...."

"........................................................."

Sumpah saya tidak tahu arah pembicaraan ini mau dibawa kemana .... (#np Armada)

Intinya adalah perkawinan itu tidaklah hanya menyatukan 2 become 1. ada hal - hal lain yang harus ditimbang dan dipikirkan. Karna saya tidak hanya nikah dengan dia, tapi juga keluarganya.
eh, maksudnya adalah ini bukan perkara individual antara aku dan kamu tapi keluargaku dan keluarga kamu. (u got the pount, rite?)


Kami masih menikmati saat - saat pacaran ini (masih kurang yah?????)
Masih pengen main - main dulu (masih belum puas juga?!?!?!?)
Masih banyak kekurangan saya sebagai seorang istri dan ibu kelak.
Hy, is not easy to be a good wife and mother in the same time!



Jadi yah kami (masih) belum siap.

Tanya lagi "Kapan donk siapnya???"

to be continued .....




3v@_Cute
240911
21.25

24 September 2011

Saya, Malam itu .... ARRRFGGHH

Standup comedy lagi happening banget di Indonesia ...

Apa itu standup comedy dan bagaimana kiprahnya di Indonesia?
baca lebih lengkap disini
Klo males buka link yah saya sedikit menjelaskan #Standupcomedy ini sebenarnya sudah lama melalang buana di Indonesia. Ramon P Tommybens yang memprakasainya, beliau adalah owner dari Comedy Cafe di daerah Kemang. Upaya beliau membuat #Standupcomedy ini ngga instan. Butuh perjuangan sampai 7 tahun untuk akhirnya bisa sampai sekarang. Pelayannya ajah sampai dipaksa untuk #openmic.

#openmic ini dibuka untuk umum. Jadi siapa saja yang mau nyoba silakan naik ke panggung. Ajang #openmic biasanya dijadikan untuk tes materi comic yang memang sudah profesional lucu abis (seperti raditya dika, pandji, ernest, mongol, mo sidik, dll). Ouh iya comic ini istilah untuk orang yang akan standupmic.

Sebenarnya banyak banget ulasan, artikel, dan blog yang bahas mengenai #Standupcomedy ini. (gw ajah yang telat_dan kekeuh pengen ikutan bahas juga)

Just in case, buat kalian yang (masih) belum tahu dan belum nonton
cek ajah http://www.youtube.com/results?search_query=standup+comedy+indonesia&aq=7&oq=standu ...

Malahan sekarang sudah mulai ditayangkan di stasiun lokal.

Kembali kepada #Standupcomedy, sebagai orang yang (pengen berusaha) update ... saya datang ke #openmic yang kebetulan acaranya rutin di adakan tiap kamis jam 20.00 di Bober Cafe Bandung.

Melihat para comic tampil (terlepas mereka lucu apa garink) membuat saya terkagum - kagum - kagum dan kagum. Kekaguman ini membuahkan hasil rasa iri berlebihan yang inputnya adalah "masa gw ngga berani tampil di panggung kaya mereka!!!!"

Ouh well, saya terjebak dengan rasa KEPEDEAN yang saya punya.
Karena yah itu tadi ... Modal yang saya punya cuman PEDE doank. Menjadi seorang comic itu bukan hanya bermodalkan PEDE doank. Kalian harus punya materi yang dibawakan secara asik dan lucu. Tujuan orang datang dan menonton kalian adalah TERTAWA.

Kamis, 22 September 2011 @BoberCafe
Hari itu saya melepaskan "keperawanan" saya dipanggung.
Tunggu! Kok agak ambigu nya bacanya. Yah, memang istilahnya seperti itu. Maksudnya baru pertama kali naik ke panggung #Standupcomedy. (agak ribet juga yah ngejelasinnya but u know what i mean, rite?)

Sebagai SATU-SATUNYA comic CEWE malam itu, saya mendapat banyak perhatian.
Orang sudah berekspetasi tinggi, sayang saya tidak setinggi itu (mungkin karena pake kets, kali yah)
Materi yang sudah disusun bolak - balik disusun dihancurin disusun lagi hilang ditelan sejuta mata yang memandang (1 orang kan matanya 2 biji, belum yang pake kacamata dihitung 4. jadi, hitung ajah sendiri ada berapa mata disana :D)

Ditambah saya maju sesudah @mongol_stress (<-- nie comic yang profesinya sebagai sipir penjara yang memang hebat banget bikin penonton ngakak setiap kalimat yang dia ucapkan.)

Yah ... pada intinya saya sudah menginjakkan kaki dan seluruh harga diri saya di atas panggung #Standupcomedy.
Ternyata saya cukup berani .... (terlepas apapun yang terjadi di atas sana ...ARGGGGHH)

KALAU SAYA SAJA BERANI, KENAPA KALIAN NGGA????



3v@_Cute
240911
21.26

22 September 2011

I Already Said it ... DONE!

SENIN, 19 SEPTEMBER 2011 …



Hari ini saya membuat keputusan. Keputusan yang bahkan saya tidak tahu apa akibatnya nanti dalam kehidupan saya selanjutnya.

Saat saya dihadapkan dengan pertanyaan,

“Apakah akan memperpanjang kontrak?”

RAGU itu yang terlintas dibenak saya.

Dua tahun (bukanlah waktu yang sebentar) saya menggeluti pekerjaan ini. Pekerjaan yang menuntut stamina dan mobilitas tinggi. Jatuh bangun, penuh canda tawa dan urainan air mata, caci maki dan pujian serta penghargaan.
Saya terima semua ini dengan lapang dada (pada akhirnya) karena ini yang dinamakan dengan resiko pekerjaan orang lapangan.

Saya sangat menyukai pekerjaan ini, bidang yang sedang saya tekuni.
Bahkan dari awal masuk bangku kuliah, mengenal bidang organisasi dan terlibat aktif di dalamnya. Saya tahu bahwa cita – cita saya menjadi seorang EO.
Bekerja di dunia lapangan yang notabene di kelilingi oleh laki – laki. Sungguh!

Bahkan beberapa diantara mereka tidak menganggap saya layaknya wanita.
Bagaimana mungkin? Dengan penampilan kaos berbalut kemeja, celana jeans, sepatu kets, berkeliaran di jalan hingga tengah malam sambil angkut barang untuk loading dock. Jangan harap akan menemukan sisir, bedak, lipstik di dalam tas saya. Kalau obeng, gunting, cutter, lakban, bahkan tali rafia ada, boleh kalau mau pinjam, asal dikembalikan yah!
Bagaimana mungkin mereka masih memandang saya sebagai wanita????



Well, pekerjaan ini memang memerlukan tanggung jawab dan loyalitas tinggi. Yah mau apa dikata saya sudah terlanjur kecebur sumur dan ternyata air sumurnya manis. Terlanjur suka dan sudah menjadi bagian dari hidup saya.

Seiring dengan perjalanan waktu …

Ada keluarga yang menunggu dirumah dengan harap – harap cemas jika tengah malam anaknya belum pulang. Ada kemarahan yang muncul saat harus membuka pintu untuk anaknya karena ditengah mimpinya yang indah terganggu.



Ada sang kekasih yang selalu merasa diduakan dengan pekerjaan ini (yah mungkin memang benar kadang - kadang). Rasa kekuatiran yang muncul akhirnya malah kemarahan yang saya tangkap. Percikan – percikan itu akan membakar semuanya jika tidak langsung diredam. Rasa khawatir, rasa sayang itulah yang menjadi sumbernya. Iyah kan?

Lama – lama saya pikir mungkin ini bukan dunia saya lagi.
Kadang lelah menjalani hari – hari yang selalu disambut dengan muka yang cemberut.
Teramat lelah harus menghadapi muka-muka itu di saat saya hanya membutuhkan satu senyum simpul. Teramat bosan harus mendengarkan petuah dengan nada yang tinggi di saat saya hanya membutuhkan bahu bersandar sejenak. Teramat letih mendengarkan dan mendengarkan di saat saya hanya ingin di-dengar-kan barang sekejap saja.

Jadi pada akhirnya saya memutuskan (dengan agak berat hati) untuk meninggalkan dunia yang saya sukai ini. Mungkin ini bukan dunia saya lagi. Dan masih belum tahu dunia seperti apa yang akan saya jalanin selanjutnya.

Well, masih ada cita – cita lain yang harus saya kejar (apapun itu)

Terima kasih buat semuanya ….

Bersama dengan kalian, tim activation yang luar-biasaaaa benar-benar merupakan suatu pembelajaran dan penghargaan bagi saya. Banyak ilmu yang saya dapatkan, kalian adalah para guru yang mengajarkan teori yang langsung di-implementasikan dalam lapangan.



Jadi untuk menjawab pertanyaa tadi,

“Apakah akan memperpanjang kontrak?”

Saya menjawab, "Tidak, Terima kasih!"



3v@_Cute
200911
02.27

21 September 2011

Edisi Makan Siang #Part2

Siang ini agak mendung, cocok nampaknya jika menyantap makanan yang pedas dan agak berkuah.
Rumah Makan Padang!

Akhirnya kami pergi ke Rumah Makan Padang di daerah Dipatiukur.
Setelah memesan, kami pun makan sambil ngobrol ngalor ngidul.

Di daerah Bandung khususnya, Rumah Makan Padang mudah sekali ditemukan. Hampir di sepanjang jalan di Kota Bandung selalu ada Rumah Makan Padang. Walaupun cita rasa dan harga berbeda dengan yang lainnya namun ada satu ciri khas bumbu tertentu yang bisa membuat orang ketagihan untuk menjadikan Rumah Makan Padang sebagai menu favorit.

Dan jangan disangka bahwa yang menjual dan pegawainya itu tidak selalu asli orang Padang. Hampir 60% bahkan bukan orang Padang.

Seperti tempat makan siang kali ini. Kebetulan yang menjual adalah asli orang Minang.

Tanpa terasa waktu menunjukkan hampir pukul 13.00. kami harus bergegas kembali ke kantor.

Saat kami bayar di kasir, saya memperhatikan ada hal yang agak sedikit berbeda.

Jika kalian menemukan orang – orang buka laptop di cafĂ© sambil hot spot-an itu biasa.


Tapi, saya menemukan hal itu disini, di Rumah Makan Padang ini. Pantes sedari tadi saya perhatikan (sambil lalu) banyak sekelompok mahasiswa yang membawa laptop.
Mungkin (sepengetahuan saya) ini adalah Rumah Makan Padang yang buka 24 Jam dengan free akses Wifi. Wow!


3v@_Cute
190911
13.40

14 September 2011

Edisi Makan Siang #Part1


Edisi Makan Siang #part1

Jika angka menunjukkan jam 11.50 sebagian besar orang sudah gelisah memikirkan menu makan siang apa hari ini. Sudah sibuk dengan memilih – milih tempat makan.

Nah, edisi makan siang kali ini bukan berbicara tentang makanan atau tempat makan untuk menu makan siang. Kali ini yang saya hadirkan menu pembicaraan yang saya dengar saya acara makan siang berlangsung.

Kejadian tepat hari ini di sebuah mini market 7 Eleven.

Sudah dua jam saya disini, mencoba mencari bahan tulisan lagi. Mulai mengerahkan seluruh indra, memperjelas pandangan dan mempertajam pendengaran, mencoba menangkap satu momen yang akan terurai menjadi tulisan. Susah ternyata!

Saat saya sedang termenung ... dan berpikir mau beli kopi dingin atau kopi panas. Tiba – tiba duduk di samping saya pria berumur 40an tahun. Napasnya agak memburu, gerakannya grasak – grusuk, duduk dengan gelisah. Lapar, mungkin!

Lalu dia mulai mengambil telepone genggamnya ehmm saya rasa itu BB torch keluaran terbaru. Menekan sejumlah angka, menunggu dan ..

“halo, mah c ade ada? Saya mau bicara!” (ouuhh c bapak telepon anaknya)

“heh, kenapa BB kamu mati???” (saya rasa di ujung telepon itu menjawab habis pulsa, pah)

“khan kemarin papah sudah kirim pulsa!” (mungkin c anak menjawab belum sempat isi)

“tadi di mobil harusnya bisa! Cepat aktifkan lagi. BB itu penting jadi kalau ada apa – apa papah gampang hubungi kamu! Buat apa punya BB kalau ga di aktifin!!!” (kemungkinan c anak hanya menjawab iya pah, iya pah, iya pah)

“hari ini les? Pelajaran apa? Nanti pulangnya sama siapa?” (kalau yang ini saya tidak tahu c anak menjawab apa karena pertanyaannya dilontarkan bertubi – tubi)

“ya sudah, jangan lupa itu BB di aktifkan. Ya sudah yah.” (percakapan di telepone pun berhenti)

Tanpa saya sadar, sedari tadi saya terus memperhatikan c bapak itu. Tampaknya hampir orang yang ada disitu pun melakukan hal yang sama. Bagaimana tidak, c bapak itu telepone dengan nada tinggi.

C bapak menyadari bahwa saya memperhatikannya terus. Entah karena malu atau menyadari bahwa dia agak sedikit menaikkan pita suaranya.
Tiba – tiba dia berkata kepada saya sambil tersenyum ...

“anak jaman sekarang yah .... “ sambil geleng – geleng.

Saya tersenyum menanggapinya dan merespon dengan bertanya,

“memang anaknya kelas berapa, pak?”

“kelas TIGA SD”





3V@_Cute
14-09-11

11 September 2011

#Nyablak

Sekian lama pikiran baku tak terasah , sekian lama pula pikiran terkukung di dalam kepala. Faktor fasilitas yang tidak menunjang sempat membuat saya kesal sendiri.


Beberapa waktu kemarin laptop bervirus dan akhirnya meninggal dunia setelah kebanting benda keras. Tidak ada laptop, bukan perkara besar. Toh, saya sudah terbiasa menulis dengan cara manual, hanya bermodalkan kertas dan pensil. Lagi internet, jika kata – kata ini sudah menjadi sebuah tulisan bagaimana caranya saya posting ke blog jika tidak ada koneksi internet. Dengan kejadian ini membuat saya agak malas karena tidak ada faktor fasiltas yang menunjang saya untuk menulis.

Terkadang, saat berkendara di atas motor, saya melihat banyak kejadian. Kejadian demi kejadian yang melahirkan sebuah tema dan berbuah tulisan asal kita menyatukannya dengan kata – kata yang tepat.

Masalahnya adalah tidak semudah itu merangkai kata menjadi kalimat yang baik. Yang diperlukan adalah fasilitas itu. Hingga akhirnya si tema hanya menguap bersama udara.

Dan sulit sekali menemukan sesuatu itu jika dia sudah menguap bersama udara, bukan?

well, ini hanya sebuah pengantar bahwa saya masih ada untuk menulis ...
sampai berjumpa pada tulisan - tulisan yang lain .

17 July 2011

MALAM BERTEMAN SEPI

Inspirasi, ide, ilham … itu datangnya darimana – mana. Setiap lirikan mata, setiap dengungan bunyi, setiap gerakan, setiap napas yang berhembus, setiap malam yang berteman dengan sepi.

Terkadang aku menulis dengan kecepatan tinggi tanpa berhenti jika c ide hadir semalaman.
Malam yang berubah menjadi terik lalu senja dan kembali malam.
Atau saat malam – malam yang sepi di kala jiwa mulai merasa kekosongan.
Berdiam, mematung, menutup mata, mempertajam indra pendengar.
Mencoba mendengar malam dan melihat sepi.
Siapa tahu c ide bersembunyi di sana.

Selalu kutemukan c ide di sana saat malam menjadi selalu sepi.
Ini sudah malam ketiga dan dia belum datang juga.
Mulai khawatir ....
Mulai bosan berteman dengan malam tanpa kehadirannya.

Malam tetap sepi.
Namun c ide tak kunjung datang.
Jika Anda menemukan dia.
Tolong, sampaikan salam hangat dari aku.
Sudah kusediakan kopi untuknya.
Segeralah datang sebelum kopinya menjadi dingin.



Malam ini pun aku berteman dengan sepi.
Masih menanti mu ….

CABE

Merahnya menarik hati
Kadang dia menyala api
Kadang dia meneduhkan
Jangan tertipu olehnya

Karena sama - sama menipu
Mereka hanya pemanis dalam menumu
Tapi, tidaklah lengkap tanpa warna keceriannya
Hati – hati saja, setelah piringmu bersih.
Kau akan sering – sering mengunjungi toilet!

13 July 2011

Kebaya Punya Cerita

Sore itu, langitnya agak mendung seperti hari ini, betapa indahnya. Saya duduk di teras rumah menunggu anak semata mayang yang baru berusia 8 tahun pulang dari sekolahnya. Di kejauhan terlihat sosok gadis belia bersama ibunya. Mereka mendekat dan mulai memasuki pekarangan. Mereka meminta saya untuk menjahitkan kebaya pengantin untuk pernikahan si gadis, 3 bulan lagi.

Obrolan pun dilanjutkan di ruang kerja saya dengan teh dan kue ala kadarnya. Kami terlibat diskusi seru untuk menentukan bahan dan detail lainnya. Terlihat bahwa dia sudah memikirkan dengan matang apa yang diinginkannya, dia bicara dengan penuh semangat; "aku ingin memakai kebaya modern, kebaya model gaun yang panjang, dengan garis leher rendah, memanjang saja jangan model V-Neck karena sudah banyak model itu, ujung lengannya melebar dengan motif layer lalu di atas lengannya dibuat seperti sayap hingga berakhir di dada". Berhenti sejenak dan memandangi saya takut dianggap berlebihan. Saya tersenyum dan menjawab, model yang bagus kok, teruskan. Dia pun meneruskan, "Bagian bawahnya dibiarkan melebar dan jika berjalan akan seperti menari-nari di atas lantai. Bagaimana? Apakah sulit, tante?" Tidak, tentu saja tidak.

Setelah dia mendengar bahwa saya menyanggupi, wajahnya semakin bahagia, nampak seperti anak kecil yang diberi permen setelah dia belajar seharian. Mereka pun pulang dengan rasa tidak sabar ingin melihat sketsa desainnya. Akhirnya, anakku pulang, tak sabar mendengar ceritanya tentang kejadian di sekolah. Setelah mengurus rumah, anak, dan suami. Saya kembali ke ruang kerja saya, mencoba melukiskan apa yang ada dalam benak si gadis dan menambahkan sedikit untuk mempercantik desainnya. Entah sudah berapa kertas yang ku buang, entah ini sudah jam berapa, akhirnya selesai juga.

Dua hari kemudian, mereka datang lagi, menagih desain sketsa kebayanya yang tentu saja sudah kusiapkan. Mereka terlihat sangat puas. Diskusi kami lanjutan dengan pemilihan bahan; satin dan organdi tentu saja akan sangat indah dan menawan. Tile dan brokat, mungkin sedikit payet jangan terlalu banyak sebagai hiasan untuk mempercantik di sekitar leher.

Setelah itu, kami, saya dan sang gadis mencari bahan untuk kebayanya. Dia sangat ingin menemani saya dan terlibat dalam pemilihan bahan dengan tukang kain. Bukan karena dia tidak percaya saya akan manipulasi harga, tetapi dia ingin menjadikan kebaya ini adalah kebaya terbaiknya yang akan dia pakai hanya sekali seumur hidup. Sayang, dia tidak mengerti tentang jahit-menjahit sehingga dia ingin melihat dan merasakan proses awal sampai akhir.

Selama satu bulan penuh gadis ini selalu datang ke tempat saya, melihat bagaimana saya memotong kain, mengguntingnya membuat pola, menjahitnya satu per satu. Perlahan dia mulai membantu saya, yah sekedar membereskan sisa potongan kain, mengambilkan benang, memasukkan benang, memotong kain yang berlebih, atau sekedar bermain dan membantu anak saya mengerjakan tugas sekolahnya. Dia, pelanggan yang merangkap sebagai asisten walaupun saya sudah punya 4 orang asisten di rumah.

Menginjak bulan kedua, dia mulai jarang datang. Mungkin karena disibukkan dengan persiapan yang lainnya. Tentu saja saya mengerti. Hanya saja ada rasa kehilangan karena dia selalu menemani dan membantu saya setiap harinya sebulan kemarin.

Kebayanya sudah setengah jadi, hanya tinggal memasang payet dan fitting ulang supaya pas ukurannya. Beberapa kali saya telepon nomor yang dia berikan; tidak pernah ada yang mengangkat, beberapa kali pula saya kirim pesan; tidak pernah ada balasan. Dia sudah berpesan pada saya, jangan dulu pasang payetnya karena dia ingin melihat, belajar, dan memasangnya sendiri. Ini memang momen berharga bagi dirinya, saya mengerti, namun jika harus menunggu kabar darinya saya justru takut kebaya ini tidak akan selesai tepat pada waktunya.

Seminggu tidak ada kabar.

Dua minggu masih tidak ada kabar.

Akhirnya, saya memutuskan untuk mulai memasangnya dan menyelesaikannya. Saya meminta kepada asisten saya untuk mendokumentasikannya, siapa tahu saja tiba-tiba gadis itu datang. Jadi saya tinggal menyerahkan rekamannya sehingga dia tetap tidak kehilangan satu momen pun dalam proses pembuatan kebaya ini.

Satu bulan lagi adalah hari pernikahannya, saya mulai gelisah. Kebaya telah selesai, menanti untuk dipakai sang empunya. Saya gantung dengan rapi di ruang kerja saya. Bangganya saya melihat desain hasil karya buatannya.

Tiga minggu menjelang, saya benar-benar gelisah. Betapa bodohnya saya dulu, hanya menanyakan nomor teleponnya saja, tidak meminta alamat lengkap dan data lainnya.
Kalau sudah kejadian seperti ini baru teringat betapa pentingnya sekedar bertanya tentang alamat rumah pelanggan. Kekhawatiran saya bukan soal pembayaran; memang baru setengahnya yang sudah dibayarkan, namun lebih kepada perasaan si gadis. Sinar matanya yang begitu hidup saat pertama kali datang ke rumah saya sore itu, semangatnya yang menggebu-gebu saat memilih bahan kebayanya sendiri, kesetiaan dan kesabarannya menemani dan menunggu tiap proses pembuatan kebaya itu.

Sudah puluhan kebaya yang saya jahitkan untuk para gadis menjelang hari besarnya, ulang tahun, wisuda, pertunangan, dan pernikahan. Semuanya berjalan dengan lancar dan berlalu begitu saja. Berbeda, saat menjahitkan kebaya gadis ini, seperti menjahitkan kebaya untuk anak sendiri. Semangat yang terpancar membias menjadi semacam energi tambahan untuk saya. Cinta yang terpancar menjadi aura magis setiap sulaman benang.

Tiga minggu menjelang, masih belum ada tanda kehadirannya. Pasti ada sesuatu yang terjadi. Apakah pernikahan mereka ditunda, dibatalkan? Apakah terjadi masalah dengan calon suaminya atau berseteru dengan keluarganya? Hal-hal semacam itu memang sering terjadi saat menjelang pernikahan. Cinta yang berakhir di pelaminan memang sering dideru dan didera masalah untuk ujian mental mereka nantinya. Pernikahan bukan hanya sekedar mengucap janji, pesta resepsi pernikahan, akan tetapi sebuah tanggung jawab yang dipikul bersama.

Terkadang saya yang terkena imbasnya, ada beberapa kebaya tak bertuan yang menjadi penghias etalase rumah saya. Tolonglah, saya tidak ingin menjadikan kebaya gadis ini menjadi salah satu pajangan di etalase, kebaya tak bertuan. Kebaya - kebaya dalam etalase itu mempunyai ceritanya sendiri; ada yang tiba-tiba merasa tidak berjodoh dan membatalkan pernikahannya; ada yang tidak mampu membayar setelah kebayanya selesai jadi terpaksa saya menyewakannya; ada pula yang mendadak menemukan penjahit lain yang mungkin lebih murah sehingga kebayanya ditinggalakan begitu saja. Setiap kebaya mempunyai ceritanya sendiri. Kebaya punya cerita.



***


Sore ini, langitnya mendung, saya duduk di teras seperti biasa menunggu anak saya pulang sambil membaca koran yang tak sempat dibaca pagi tadi. Hari Senin selalu menjadi hari paling sibuk. Membaca berita di koran atau melihatnya di televisi justru malah membuat semakin depresi, betapa manusia itu semakin jahat akhir-akhir ini. Tapi ada satu foto yang nampaknya familiar, samar-samar terlihat seperti foto gadis itu. Aku membaca judulnya,


Gadis Belia Ditemukan Bunuh Diri Akibat Depresi

Ditemukan seorang gadis bunuh diri karena trauma yang telah menyerangnya selama sebulan terakhir. Calon suaminya ditemukan terbunuh di sebuah hotel bersama pelacur dua bulan yang lalu. Motif pembunuhan dicurigai karena terlibat hutang piutang. Si gadis bunuh diri dengan memotong urat nadinya dikamarnya yang sudah dihiasi dengan Bunga Melati. Mayat ditemukan oleh ibunya yang biasa mengantarkan sarapan dan obat anti-depresan sebulan terakhir ini sesuai dengan ajuran dokter. Kepolisian setempat menyatakan jam kematian, 08.00 WIB. Tidak ada pesan singkat yang ditinggalkan gadis itu, hanya sebuah sketsa baju kebaya dengan darah yang menetes dari urat nadinya. Minggu, 10 Oktober 2011.



Tanganku mendadak gemetaran, langsung lari mencari kalender.
Tiga bulan yang lalu, saya dan gadis itu melingkari kolom tanggal di kalender itu,
10-10-10, menandainya dengan spidol merah, The Wedding Day.



12 juli 11
02.20

12 July 2011

KATAKANLAH ...

KATAKANLAH …
Tanpa KATA
Aku tahu kau sedang menatapku.
Tanpa KATA
Aku tahu kau ingin menghampiri aku.
Tanpa KATA
Aku tahu kau ingin berbicara dengan hatiku.
Tanpa KATA
Aku tahu kau menyanyangi aku.
Tanpa KATA
Aku tahu kau mencintai aku.
Tanpa KATA
Aku tahu kau akan menemani aku.
Tanpa KATA
Aku tahu kau bisa kuandalkan.
Tapi, aku merindu mendengar KATA yang terucap dari mu.
Katakanlah padaku bahwa KAU MENCINTAI AKU.


12 juli 11
01.20

08 July 2011

FOBIA



“ Pah, Mamah udah telat tiga minggu nie! “
“ Akh, yang bener Mah? Besok kita periksa ke dokter yah? “

Lalu pasangan muda ini pun melebur harapan kebahagiaan dalam pelukan.
Bagi pasangan muda yang sudah menikah tentu saat telat datang bulan akan mendatangkan suatu kebahagiaan, dimana akhirnya cinta mereka membuahkan suatu hasil, buah hati.

Jika pasangan muda ini belum menikah? Tentu reaksi dan responnya akan berbeda, betul?
Tidak! Saya tidak akan membicarakan lebih lanjut tentang bagian ini apalagi menghakimi perbuatan mereka.
Yang akan saya tulis disini adalah suatu pengalaman yang saya rasakan dan alami sendiri.

Kalian punya fobia? Fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. http://id.wikipedia.org/wiki/Fobia
Hal disini bisa berbagai macam dari benda – benda sampai binatang.

Nah, ayah saya mempunyai fobia terhadap anak – anak. Mulai dari anak ayam, anak kucing, anak tikus, sampai dengan anak manusia, bayi. Hal ini bukanlah menjadi suatu perkara yang besar saat dirinya masih melajang. Tetapi setelah mempunyai pacar dan melanjutkan hubungan yang lebih tinggi sampai tingkat pernikahan lalu istrinya yang tak lain adalah ibu saya dinyatakan positif, hamil. Disitulah hal ini menjadi suatu permasalahan.

Saat ibu saya hamil, semua berjalan dengan lancar dan indah tidak ada ketakutan apa pun yang dirasakan hanyalah kebahagiaan. Memasuki usia tua kandungan, samar – samar ketakutan itu muncul.
Detik – detik saat si jabang bayi yaitu saya akan keluar, ayah saya sangat kuatir. Kuatir karena ini istrinya akan melahirkan untuk yang pertama kali, kuatir karena tak ada yang mendampingi, kebetulan orang tua alias nenek dan kakek saya sedang berlibur, kuatir karena si bayi sumber ketakutannya akan keluar.

Setelah saya menghirup udara di dunia ini, masih merah dan kecil, ayah saya masih belum dapat melihat dan memegang buah hatinya. Saat itu tentu saja saya tidak sadar, tetapi dia berusaha mengalahkan rasa takutnya sendiri. Beberapa bulan kemudian, saya digendong, dibelai, dan dicium oleh sang ayah yang berhasil keluar dari cengkraman ketakutannya.

Tidak ada dokter atau ahli terapis, tidak ada buku sebagai panduan, tidak ada terapi, tidak ada dukun, tidak ada hipnotis, tidak ada obat … rasa ketakutan itu hilang dan sembuh dengan sendirinya … karena si bayi si sumber ketakutannya itu adalah anaknya sendiri.


Dan kalian tahu? Fobia itu ternyata menurun pada saya. Saya amat sangat takut melihat ibu – ibu yang sedang hamil tua, saat perutnya membesar dan seluruh badan menjadi bengkak. Saya tidak sanggup membayangkan ada mahluk hidup disana. Bergerak –gerak sesuka hati terkadang menendang dengan kerasnya hingga menimbulkan kesakitan. Pola makan dijaga dan diatur, tidak boleh kecapaian, harus banyak jalan, tidur susah, bergerak menjadi tidak leluasa, dan masih banyak lagi aturan - aturan demi menjaga si jabang bayi. kerap kali terdengar keluhan dari mereka.


Menulis kata – kata ini saja sudah membuat saya mual dan sakit kepala. Tidak, saya tidak bisa membayangkan hal itu. Semuanya diluar logika kamus saya.
Mungkin, hal ini akan sembuh dengan sendirinya saat saya benar – benar mengalaminya. Persis seperti apa yang ayah saya alami.