Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta2013. Show all posts
Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta2013. Show all posts

12 February 2013

Surat Terakhir

Yuhu V,

Jangan menunggu surat ini di RT yah sama tukang pos karena iya maaf aku terlambat menuliskannya tapi demi janjiku pada #DuaHati tetap kutulis juga. He he he

Sebentar! Rasanya aku sering kali mengajakmu ikut serta dalam acara hunting kopi. Namun, kamu yang sering beralasan sedang sibuk, kerja, malas keluar rumah, atau sekedar ngga punya duit. :D

Banyak list cafe yang masih belum kujelajahi nie V. Mari hunting sama-sama.

Eh, ngga kerasa yah adegan surat menyurat ini akan berakhir juga. Antara lega sebab ngga harus mengejar deadline menulis balasan surat yang harus di retweet sebelum jam enam sore dan sedih karena mungkin produktivitas menulis kita akan menurun kembali selepas program tiga puluh hari menulis surat berakhir.

Dan sayangnya, justru dalam beberapa hari terakhir surat kita agak bertema, memiliki topik. Hehehe. Sisanya hanya tulisan random things. Jadi, mungkin yah ini adalah surat terakhirku untuk kamu. Ngga usah drama deh ambil tissue terus di print suratnya, di pigura dan di pajang di kamar. :D

Hey, terima kasih yah sudah mau jadi partner dalam #DuaHati. Akhirnya kita bisa melaluinya walaupun tetap ada adegan membolos. *tetep*. It's fun, gurl.

Sampai ketemu di gathering nanti yah. Please, don't be late this time.


Tertanda,
-Your Eva-

11 February 2013

Sebab Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya

Tiba-tiba ada rasa malu yang menyelinap karena beberapa peserta tiga puluh hari menulis surat cinta menuliskan surat untuk wanita terhebat dalam hidupnya dan aku masih belum juga menuliskannya.

Hari ini kutuliskan sebuah surat untukmu, Mama.

Mam, maaf yah jika aku masih belum bisa bangun sepagi yang Mama harapkan. Iya, iya aku tahu bahwa sudah selayak dan sepatutnya anak perempuan bangun pagi jika tidak ingin rejekinya dipatok ayam. Tapi kan aku sama ayam suka begadang bareng dan sudah membuat perjanjian untuk tidak merecoki wilayah rejeki masing-masing. :D

Untuk urusan masak memasak aku serahkan sepenuhnya sama Mama semua aja deh walaupun Mama kerap kali bilang anak perempuan harus bisa masak biar nanti si suami betah di rumah ngga jajan di luar. Mam, masih ingat saat aku akhirnya mau mencoba membantu masak di dapur. Kacau. Potongan sayur yang terlalu besar atau kekecilan, bentuknya tidak sama dengan yang lain. Bagaimana aku tahu kalau kentang harus dipotong dadu atau wortel yang dipotongnya menyerong. Belum lagi ulekan sambel tak kunjung halus malah belepotan bikin tangan panas. Mama jadi kerja dua kali kan untuk membetulkan hasil kerjaku. Makanya aku bagian beres-beres rumah aja deh. :D

Nah, Mam menyetrika baju adalah bagian dari beres-beres rumah yang paling kubenci! Terkadang aku sengaja pulang larut malam saat kulihat tumpukan jemuran tersenyum penuh arti sebelum pergi kerja. Karena aku tahu Mama pasti ngga tega nyuruh aku yang baru pulang kerja teramat malam tuk setrika baju. Maaf yah Mam. Ngga perlu dimaafin Mam karena nampaknya akan kuulangi lagi untuk jangka waktu yang belum bisa dipastikan. :D

Mama ngga tahu sih ada semacam percikan kebencian yang meletup-letup antara aku dan setrikaan. Sudah berapa kali kucoba mengalahkannya namun sayang dia yang selalu keluar menjadi pemenangnya. Dan akhirnya hanya Bioplacenton yang menghiburku. Mendinginkan jejak kemenangan si sialan setrika itu di tanganku.

Meskipun aku suka mangkir untuk ikut andil dalam urusan beres-beres lantas tidak membuat aku lupa akan makanan kesukaan Mama. Mie Baso. Kan aku suka bungkusin Mama seporsi kalau aku pulang malam dan lupa kasih kabar. :D

Mengenai hal lupa ini memang mengganggu aktivitasku, Mam. Kenapa yah si lupa ini sering kali nempel terus, ngikutin kemana saja langkahku berjalan padahal aku sudah bosan dengannya. Ah, Mama ngga tahu sih banyak barangku yang tiba-tiba raib karena aku lupa menyimpannya dimana.

Selidik punya selidik, kata Embah Putri -Mamanya Mama- dalam suatu acara keluarga pernah cerita bahwa Mama waktu gadis juga susah bangun siang, ngga bisa masak. Ada saja panci yang terjatuh, penggorengan yang rusak, dan yah intinya ngga bisa kerja. Belum lagi Mama juga nyatanya pelupa, suka dimarahin sama Embah karena ada saja barang yang tertinggal entah dimana. :D

Hehehe, konon buah itu jatuh ngga akan jauh dari pohonnya. Berarti Mama ngga perlu khawatir lagi yah Mam karena akan tiba waktunya aku juga akan berubah. Seperti Mama yang sekarang jago masak dan ahli mengurus rumah serta keluarga. Teman-temanku saja nagih sambel buatan Mama yang maha dahsyat super pedasnya sampai bikin kuping mendeking. :D

Suatu saat nanti aku yang akan masak untuk Mama.
Yah nanti nanti lagi tapinya.
Always love you, Mam :*

Tertanda,
-Anak perempuan Mama-


10 February 2013

Asmara Berdasarkan Jenis Kopi

Yuhu V,

Membaca surat balasanmu Aku dan Teater membuatku teringat pada masa kejayaan sebuah panggung sandiwara. Ah, ngomongin soal teater mah ngga akan ada habisnya akan sangat panjang dan lama kaya choki-choki.

Betewe, kemarin ini ada yang ngetagg notes di facebook judulnya Menyingkap Asmara Berdasarkan Jenis Kopi. Entah sumbernya dari mana ngga jelas. Isinya cukup menarik, kamu mau tahu kan? Mau. Tenang, dengan senang hati kan kubagikan untukmu. *sambil seduh kopi*

1. Kopi Instan
Karena kopi instan mudah ditemukan dan gampang pula dibuatnya, tipe jenis ini suka dengan segala sesuatu yang berbau praktis, ngga mau ribet, dan cenderung to the point. Maka, ngga heran kalau sudah menemukan cewek/cowok yang cocok langsung "ditembak" terus dipacarin deh tanpa proses pedekate yang berlama-lama.

2. Espresso
Biji kopi yang kuat dalam minuman ini membuat penggemarnya menyukai pengalaman keras penuh tantangan. Tegar dan gigih terhadap sesuatu yang diinginkannya. Beruntunglah yang menjadi pasangannya karena hubungan asmara mereka akan diwarnai oleh petualangan menarik nan menyenangkan. Masalahnya mereka juga membutuhkan pasangan yang sama kuat kepribadiannya.

3. Cappuccino
Pribadi yang selalu optimis sekaligus santai dalam menikmati proses hidupnya. Tidak terlalu suka rutinitas dan mendamba petualangan seru. Tidak mau terburu-buru dalam segala sesuatunya tapi bertujuan mengapai apa yang diinginkannya. Alon-alon asal kelakon, gitu. Untuk asmara tipe yang cepat merasa bosan jika hubungannya dengan pasangan monoton. Akan tetapi jika sudah dapat ritme yang tepat, mereka menyenangkan sebab penuh kelembutan dan romantis.

4. Latte 
Seorang yang ingin terlihat menyenangkan untuk bisa diterima dan disukai oleh lingkungannya. Tipe ini akan berusaha mengubah keadaan di sekelilingnya agar terasa nyaman untuknya. Dalam menjalin hubungan, biasanya tidak bisa bersikap dewasa. Memberikan hak sepenuhnya pada pasangan untuk memutuskan segala sesuatunya.

Nah, kamu termasuk jenis kopi yang mana? Kalau aku ... ehmpp yang mana yah ... hmmpp kasih tahu ngga yah? Kamu mau tahu banget apa mau tahu goreng? Heu :D

Sudah yah aku mau menikmati cappuccinoku dulu.

Bye V.

Tertanda,
-Your Eva-


Me and My Cappuccino

Nasihat (Sok) Bijak

Surat istimewa untuk yang yah teristimewa deh, my brodah @Sam_Dwi_Lee



WOI, sombong bener mentang-mentang udah punya laptop dan modem baru. Ngerem aja di kamar ngga pernah main-main lagi ke atas, ke kamar kakak kecemu tiada tara bandingannya. Gimana kabarnya Ayu pacar barumu? Ngga pernah cerita-cerita lagi, hih!

Kalau gitu kaka aja yang cerita yah. Heh! Copot dulu earphonenya udah lengket tuh ngga pernah lepas dari kuping. Dengerin yah ...

Pada masa yang lalu, kaka itu pernah merasakan menjadi anak tunggal. Kesepian. Mama masih kerja di pabrik ngga kaya sekarang sah menyandang predikat Ibu Rumah Tangga. Di rumah cuma ama pembantu yang lagi kasmaran, kerjaannya ngilang ke toko meubel sebelah. Rasa kesepian membuat kaka berdoa sama Tuhan pengen di kasih adik laki-laki. Kenapa laki-laki bukan perempuan? Sebab kalau perempuan ntar rebutan baju, sepatu, tas dan lainnya, ih kayanya ribet deh. Mending laki bisa diajak gelut. Heu.

Sepuluh tahun kemudian, si tunggal menjadi si sulung. Karena itu kamu diberi nama Samuel artinya doa yang didengar. Sebab Tuhan mendengar doa kaka yang ingin punya adik laki-laki.

Dan, tujuan awal punya adik laki untuk diajak gelut pupus sudah saat kamu memilih kegiatan extrakulikuler taekwondo dan kungfu mengikuti jejak encek Bruce Lee. *sigh, takut dibanting*

Eh tapi yah tapi aku sebagai kakamu bangga loh. Udah berapa piagam penghargaan tuh menghiasi tembok kamar ampe jadi sarang nyamuk. Dari yang cuma juara favorite sampai juara satu tingkat JaBar. Wuihhh keren! Lain kali kalau ikut kejuaraan lagi hadiahnya uang tunai dong jangan piala, piagam, ama sertifikat mulu. Saran aja sik. :D

Hebatnya lagi kamu pinter matematika, satu-satunya pelajaran yang bikin kaka gatal-galal. Alergi -_-".
Ingat ngga saat kamu pengen dibeliin PS1. Papa bilang rangking 10 besar dulu. Tara, dapat deh tuh PS1. Terus upgrade pengen PS2. Papa juga ngga mau kalah upgrade rangking 5 besar dulu. Tsaah, udah nongkrong aja PS2 di kamarmu. 
Kemudian, ngelunjak minta motor. Dengan santainya Papa bilang masuk IPA baru dibeliin motor. 
Seketika Papa pucat lihat hasil rapor kamu, bukan karena hasilnya jelek melainkan harus cari uang tambahan buat beliin kamu motor. Hahahahaaaaa keren deh. *peluk-erat-ampe-sesek-napas*

Nah, sebentar lagi status siswamu akan bersanding dengan maha. Mahasiswa. Giat-giatlah belajar dan menjadi berprestasi seperti yang sudah kamu lakukan sebelumnya. Yakin mau jadi alih gizi? Yakin mau kuliah di UGM? UGM itu di Jogya loh. Jauh dari Bandung. Nanti di sana ngga ada Mama yang bangunin dan masakin buat kamu loh. Jadi perantau terus ngekost. Yakin mau hidup kaya gitu? Kamu kan sudah terbiasa dimanjain Mama. 

Well, apa pun keputusannya kamu pasti punya alasan yang kuat di balik itu. Hati-hati, pikirkan dengan matang. Pilih kampus yang baik dan ambil jurusan yang menunjang kamu mencapai cita-cita. Jangan sampai salah ambil jurusan. Selain buang waktu, terlebih lagi uang, tenaga juga dan faktor umur. Okeh brodah!

Yuk ah sampai ketemu di ruang makan. :D


Tertanda,
-Kakak Kecemu-

08 February 2013

Persoalan

Untuk Phanie @phanieq

Akhirnya surat ke dua puluh tujuh ini aku tuliskan untuk kamu karena setelah angka dua enam kan dua tujuh. Terlebih karena kamu terus menghantui aku dengan pertanyaan "Kapan akuk nikah?" eh itu mah suara hatiku deng "Akuk kapan dibuatin surat cintah?" maksudnya.

Ini aku tulis sekarang khususk buat kamuk. (kenapa yah kalau ngobrol ama lo harus diakhiri dengan huruf k? #persoalan). Ya udah gitu aja yak. Bye!






















Cembetut pasti dia, masa iya nulis surat buat akuk segituk doank!!!

Ya udah ya udah, kita bahas sesuatu yang berbobot dan berat aja yah biar kesannya pinter gitu. Jadi berat badanmu sekarang berapa? Terakhir kita ketemu kayanya agak melebar gitu atau mataku yang salah atau perasaanku yang salah? Semua aja salah aku! #lahjadisewot.

Hek! Seenaknya pajang foto kece aku di blogmu ngga pakai bilang-bilang dulu lagi. Untung aku selalu tampil kece, hits, lucu nan menggemaskan selalu sepanjang hari jadi aku maafkan perbuatanmu. Lain kali bilang dulu ah kan bisa aku pilihin yang paling lucu yang mana etapi semua foto aku mah pada dasarnya lucu semua. *pake helm sebelum ditimpuk*.

Kembali kepada topik berbobot dan berat, kisah cinta kita -kamu dan si pacar lalu aku dan si pacar, perlu ditekankan agar tidak ada perbedaan persepsi- bak pinang di belah jadi potongan dadu yah? Meliuk-liuk kaya jalur Nagrek-Cadas Pangeran bikin mual, pening, sakit kepala, jantung berdebar-debar akibat mabok darat. Apa iya gara-gara keseringan kamu curhatin terus aku jadi mengalami hal yang sama namun serupa tapi beda? Lebih baik kamu cari orang lain aja deh untuk dicurhatin! Hih!

Ah, di dalam kata cinta kenapa harus terselip rumit, pelik, dan sulit yah? Bukankah yang biasanya nyelip-nyelip itu celana dalam? Baru pacaran saja sudah banyak aturan tak tertulis harus cari yang model gini model gitu. Tapi si pacar kan bukan model? #persoalan #lagi.

Padahal cinta ngga serumit itu kan yah? Yah kan? Iya ngga sih? Cinta datang tanpa diundang dan terkadang pergi begitu saja tanpa pamitan. Ada juga cinta yang bertepuk sebelah tangan padahal kan cinta itu cocoknya pakai kata saling terus tambahain imbuhan men-i jadinya saling mencintai, gituh kan yah? Iyain aja lah yah.

Katanya Jodoh di tangan Tuhan, yang menjalani dan merasakan cintanya kita tapi orang tua ikutan turun tangan belum lagi calon mertua ngerecokin kemudian para calon ipar ngerusuhin. Demo aja sekalian, seru tuh! #kembali #soal #persoalan.

Ngomongin soal cinta ngga akan ada habisnya harus dihentikan segera, udah jam segini kapan tidurnya aku. Mending kita ketemu untuk ngobrol lebih lanjut sambil ngopi-ngopi cantik sore seperti yang biasa kita lakukan.

L.O.V.E.

Tertanda,
-Just Eve-

Soal Ketinggalan

Yuhu V,

Ah membaca suratmu yang berjudul Monolog Teater membuatku merindu parah untuk kembali berteater. Iya V yang kamu sebutkan dalam suratmu itu sudah aku dapatkan saat diklat teater beberapa tahun lalu. Alasanmu dulu memilih teater apa V?

Alasan utamaku dulu sih karena ada cowok ganteng yang kecenganable banget. Terus pengen eksis jadi bintang film, FTV, sinetron, yah minimal iklan kaos kaki yang cuma kakinya doang. He he he. Tapi dengan berjalannya waktu malah asyik sendiri dalam dunia teater sampai lupa tujuan awalnya. Menemukan keluarga kedua, di mana mereka bisa menerima aku gila adanya. Rumah kedua tempat berpulang dan nongkrong saat mendadak ngga ada kelas pas kuliah. Secara yah jarak dari rumah ke kampus itu sekitar 13 km jauhnya. Fiiuuhhh. Makanya suka kesal kalau dosennya ngga ada. Bukan karena terlampau kerajinan tapi perjalananku kan jadi sia-sia, mending tiduran aja di rumah.

Nah, menjawab soal pertanyaanmu pernahkah aku melakukan monolog? Well, belum V. Belum berani. Obesesiku memang bermonolog dengan naskah yang kubuat dan kusutradarai sendiri. Padahal kan aku ngga bisa bikin naskah drama. He he he. 

Oh iya V banyak orang berpikiran teater itu hanyalah sekumpulan orang-orang gila yang sok nyentrik berseni dengan jiwa pemberontak dan hidup semaunya. Munafik karena selalu berkedokan topeng. Benarkah demikian?
Bagaimana pendapatmu tentang hal itu?
Nyatanya aku hidup bertahun-tahun bersama mereka dan kutemukan satu hal yang pasti. Anak-anak teater itu mana ada yang malu-malu, malu-maluin iya. Ini soal narsis untuk menjadi eksis, V #menurutgueh.

Eh, ada video pementasan The Woman in White loh di mana aku jadi pemeran utama yang berdialog sebanyak 26 adegan dari total 28 adegan. Fuiiihhh. Dulu aku punya ingatan tajam, kemana yah tuh sekarang ingatan tajam?

Ngomong-ngomong soal ingatan emang bener yah aku tuh pelupa parah? Masa iya sih V tiap aku main ke rumahmu ada saja barang yang tertinggal. Kalau ngga buku, earphone, gelang, dan terakhir yang baru saja terjadi ketinggalan helm. HELM V HELM secara gitu aku kan naik motor ya masa helm segitu pentingnya bisa tertinggal! Damn! Mungkin, ini pertanda bahwa aku harus cepat-cepat punya suami kali yah. #eh

Ehmpp mau nulis apa lagi yah mendadak lupa.
Ya udah gitu ajalah yah nanti kalau ingat aku nulis di surat berikutnya deh itu juga kalau ingat.

Tertanda,
-Your Eva-

07 February 2013

Kamu Si Sok Tiba-tiba

Ini buat kamu @riesna_

Masih ingatkah pertemuan pertama kita? Ebentar! Memangnya kita udah pernah ketemuan yah? Well, hampir yah hampir!

Pertemanan kita itu agak aneh, beut! Tiba-tiba saja muncul sosok riesna, saling follow-followan, terus saling mengomentarin tulisan masing-masing di blog. Kamu dengan puisi rindumu, aku dengan cerpen fiksiku. 

Tiba-tiba kamu suka cerpenku dan meminta dengan agak maksa khas anak-anak yang ngga dikasih permen minta diajarin bikin cerpen. Hei, aku belum sah jadi cerpenis handal. Belum punya ilmu apa-apa yang bisa kubagikan untukmu. Cuma punya hati, masa iya harus kubagikan juga? Kasian pacar aku nanti.

Puisimu juga keren-keren ko, mengandung rindu. Akkhhh aku suka!!!

Terus-terus kamu tiba-tiba minta email dan membanjiri aku dengan cerpen-cerpenmu maha panjang minta dikomentari. Mangnya aku semacam komentator gituh?

Dan tiba-tiba lagi kamu minta pin bb masih mempertanyakan seputar cerpen. Ikh, ganggu banget yah kamu teh!?! Mau nulis cerpen itu bukan banyak tanya tapi banyak nulis. *so asik ga sik gw tapi gw kan mank asik anaknya*

Ini tiba-tiba yang terakhir sekaligus maha dahsyat ganggunya! Tiba-tiba bbm sibuk apa ngga? Pengen ketemuan karena kebetulan kamu mau ke Jakarta dan akan singgah di Bandung untuk semalam. Terus tiba-tiba minta dicarikan penginapan dengan budget Rp 30.000. TIGA PULUH RIBU RUPIAH!!!! Grgrgrg. Cari penginapan apa cari lap pel? Mangnya aku semacam agen travel gituh?
Terus minta dibeliin siomaynya Mang Kokom. Sapelage Mang Kokom???????

Udah riweuh ribet rusuh ngga jelas dan nyatanya kamu ngga jadi ke Bandung malah langsung ke Jakarta!!!! *jedotin pala ke bantal* Asik-asik kamu ketiduran. Begitu aku tanya, "Udah di mana? Nyampe Bandung jam berapa?" baru ngabarin "Lagi di Cikampek nie. Ngga ke Bandung dulu langsung ke Jakarta".
T.T Kamu telah meriweuhkan hidup aku seharian itu! ARRHGGG!

Sudah yah jangan ada tiba-tiba yang lainnya lagi, nanti aku jantungan gimanah?

Tertanda,
-Aku yang Lucu-

06 February 2013

Secangkir Cappuccino



Surat kali ini hanya untukmu, secangkir cappuccino hangat.

Entah sejak kapan tepatnya aku mulai menaruh hati padamu. Rasa pahit espresso yang dicampur dengan manisnya susu dan buih foam agak asin namun lembut langsung memadamkan gemuruh yang berkecamuk dalam dada. Rasanya begitu sempurna.

Aku berhenti meminum kopi hitam karena hanya menawarkan rasa pahit dan atau manis. Seperti hidup dalam batasan hitam dan putih. Sebab ada warna lain. Layaknya Cappuccino tidak soal sekedar pahit dan atau manis, ada rasa yang lain. Iya, aku jatuh cinta padamu.

Kamu seperti kehidupan yang selaras nan serasi juga seimbang karena takaran kopi, susu, dan foamnya harus sama satu per tiga. Jika ada rasa yang mendominasi dari ketiganya tentu akan mengubah cita rasamu. Terlalu banyak susu akan tercipta Caffee Latte dan foam yang berlebihan menjadikanmu Flat White. Tidak, tidak aku lebih memilihmu. Sudah pasti. Semua yang ada dalam dirimu pas!

Kamu menjadikan aku seorang Cappuccinoholic, Cappuccino Hunter. Addicted. Setiap datang ke cafe atau coffee shop aku pasti mencarimu, menikmati kelembutan yang selalu kau tawarkan, belum lagi Latte Art yang menghiasi tubuhmu. Ah, begitu menggairahkan!

Saat melihatmu kutemukan keindahan. Aroma semerbakmu mendamaikan. Mengecapmu adalah sebuah kenyamanan bagaikan kehangatan dalam dekapan.

Menikmatimu menjelang senja di pinggir pantai dalam kesendirian adalah kebahagiaan bagiku. Bahagia itu sederhana. Sesederhana cintaku padamu, Cappuccino.

Tertanda,
- A Cappuccinoholic-

Cuap-Cuap

Yuhu V,

He he he maaf yah kamu jadi sewot dapat surat kamuflase berisi foto-foto pamer seru liburan aku. He he he lagi ah. Wow, sekali lagi WOW dapat surat dengan judul spektakuler Perencanaan Keuangan itu berasa dapat surat penagihan tahu ngga sih. 

Iya V aku mengerti bahwa perencanaan keuangan itu penting banget. Dan aku masih belum bisa mengatur keuangan hingga tidak terjadi besar pasak daripada tiang. Duh, kalau lagi jalan-jalan ke mall lihat sepatu tuh berasa ada yang manggil-manggil "sini sini sini". Paling ngga tahan untuk berkata tidak pada sepasang sepatu lucu. Percaya tidak? Bahkan beberapa pasang sepatu ada yang masih belum kupakai hingga aku menuliskan surat ini yah karena impulsif aja pengen beli. Kemudian begitu sampai rumah bingung mau dipakai kemana pakai sepatu model beginian. Ko jadi ngomongin sepatu?

Nah, soal perencanaan itu ngga cuma prihal keuangan melulu. Kita juga harus punya rencana dalam semua hal. Kehidupan, agar segala sesuatunya berjalan dengan teratur, lancar, harmonis, dan dinamis. Seperti mencatat agenda apa saja yang akan kita kerjakan hari ini, minggu depan, bulan depan, bahkan tahun depan. Itu rencana apa bikin silabus yak?

Etapi memang bener kan biar menjalani hidup itu ada tujuannya yah harus direncanakan sedemikian terperinci. Arahnya jadi jelas apa yang ingin dicapai dan apa yang masih belum tercapai. Jodoh misalnya? He he he

Sepertinya surat ini harus segera diakhiri sebelum aku cuap-cuap ngelantur ngga jelas. Heu.

Bye V

Tertanda,
-Your Eva-

05 February 2013

'Good Morning, Lucy'




Dear Lucy,

Surat ini kutujukan khusus untuk kamu yang selalu diberikan sekotak video tape penuh cinta bertuliskan "Good Morning, Lucy" setiap paginya, setiap harinya. Video yang merekam segala aktivitas keseharianmu dari mulai membuka mata menyambut cerahnya matahari pagi hingga akhirnya menutup mata, tertidur bersama pria yang begitu setia bersabar mencintaimu. Sebab kamu menderita penyakit 'Goldfield Sydrome' atau lebih dikenal Anterograde Amnesia dalam istilah kedokteran. Suatu kondisi kehilangan daya ingat untuk jangka waktu panjang, kamu hanya mengingat kejadian sesaat sebelum kecelakaan mengenaskan itu menimpamu. Walaupun sudah berulang kali dijelaskan, besok pagi ingatanmu akan kembali pada masa itu. Hingga keluarga dan penduduk setempat menaruh empati yang besar terhadapmu. Koran dengan tanggal yang sama, menu yang sama, kue ulang tahun yang sama, buah nanas yang sama, membuatmu menjalani hari dengan kegiatan yang sama setiap harinya, persis sebelum kecelakaan itu terjadi.

Lihat Lucy bagaimana mereka memperlakukanmu hanya karena kamu memang istimewa dan begitu dicintai semua orang.

Dalam video "Good Morning, Lucy" yang dibuat suamimu, Henry Roth. Kamu bisa merasakan dalamnya cinta mereka padamu terlebih lagi Henry padamu. Kalau saja kamu tahu bahwa dulunya dia seorang playboy cap golok. Iya, karena tiap playboy itu minta digorok lehernya. Heu. Tapi berkat penyakitmu, seorang Henry Roth berubah. Demi kamu Lucy.

Maaf bila aku mengatakan musibah sebagai berkat. Sebab jika kamu tidak mengalami kecelakan yang mengakibatkan kamu kehilangan ingatan jangka pendek kamu tidak akan pernah bertemu Henry. Henry pun tetap akan menjadi playboy yang mempermainkan hati setiap wanita. Dan tidak akan pernah ada rekaman "Good Morning, Lucy" untuk kamu tonton setiap paginya.

Tanpa kamu sadari banyak hal yang berubah dalam diri Henry, banyak pula hal yang dikorbankannya hanya untuk dapat terus bersamamu, Lucy.
Ide membuat rekaman video itu sungguh luar biasa brilian! Jadi, saat kamu terbangun dan melihat ada orang di sebelahmu kamu ngga akan teriak-teriak kaya orang gila dan memukulinya pakai sapu lagi yah? Iya.

Terkadang aku masih ngga habis pikir mengapa Henry justru memilih kamu, Lucy. Mati-matian dia berjuang dan merepotkan dirinya sendiri hanya untuk bertemu denganmu secara tidak sengaja, mengunjungi cafe yang sama setiap paginya memesan waffle hanya untuk dapat ngobrol dan sarapan bareng. Sampai akhirnya kamu mengingat dia dalam alam bawah sadarmu.

Masih ingat saat kamu berulang kali melukiskan wajah pria asing di kanvas atau di dinding sambil melantunkan lagu It Wouldn't Be Nice. Itu wajah Henry, Lucy.

Ah, Lucy aku sungguh teramat iri. Kamu begitu teramat dicintai oleh Henry. Henry yang dengan setia merekamkan semua kehidupanmu agar kamu tidak kehilangan satu momen peristiwa dalam sebuah video bertuliskan "Good Morning, Lucy." Mungkinkah ada sosok Henry Roth lainnya. Kenalkan padaku yah, Lucy. He he he

Salam hangat untuk Henry dan putrimu, pasti sudah jadi remaja cantik sekarang.

Tertanda,
-Salah satu mantannya Henry-

04 February 2013

Ketika Doamu DidengarNya

Selamat sore sahabat,
Teruntuk Riri @oyamarie

Apa kabarnya Ibukota? 
Rumahmu sudah aman dan bersih dari banjir tempo hari kah? Turut prihatin atas musibah yang melanda. Semoga saja banjir kemarin adalah banjir terbesar terakhir yang singgah ke rumahmu.

Rie, ada sesuatu yang ingin kutanyakan prihal bincang-bincang tengah malam kita saat kamu nginap di rumahku malam tahun baru kemarin. Apakah Tuhan memang sebaik itu yah? Salah ngga aku mempertanyakan hal itu? Pertanyaan itu memang sering menghantuiku beberapa minggu terakhir ini.

Masih ingat saat kamu berdoa ingin punya pacar? Tiba-tiba saja datang seorang pria ke dalam hidupmu, baik hati, bisa menerima apa adanya dirimu, sudah bekerja pula. Tapi, tinggi kalian sama yah? Kamu jadi mengeluh karena tidak bisa menggunakan high heel saat bersamanya.

Kamu berdoa ingin punya pacar yang tinggi. Datanglah pria tinggi ini yang juga baik, cukup tampan dan mapan. Sayang, ketika diajak ngobrol dia malah "Hah?" "Apa?" "Ehmp, bisa diulangi?" "Haaahh ... Apa? Kenapa?". Kamu jengkel karena ternyata loadingnya lama amat.

Lalu berdoa lagi padaNya ingin punya pacar yang nyambung dan enak kalau diajak ngobrol. Muncullah pria dalam doamu. Kamu menghabiskan hari jalan-jalan di mall hingga malam. Makan malam yang menyenangkan, kamu pernah bilang padaku. Semuanya teramat baik dan lancar sampai kamu bertanya padanya, 

"Eh, rumah lo ngelewatin Kelapa Gading, kan?"
"Iya, Rie."
"Bisa sekalian anterin gw pulang ngga?"
"Hemmp ngga tahu ... harus tanya Bokap dulu."
"Bokap?"
"Iya, gw kan ditemenin ama Bokap. Lagi nungguin di parkiran."
"Oke. Bye!"

Setelah kejadian mengenaskan itu, kamu berdoa lagi. Kamu memang taat yah rajin berdoa, heu. Dalam doamu kali ini kamu tidak banyak meminta tapi lebih berserah padaNya, 'Terserah Tuhan deh'.

Kemudian pria 'terserah' ini menghampirimu. Tinggi, sesuai dengan kriteriamu jadi kamu bisa pakai high heel. Ngobrol pun enak dan nyambung. Nyaris sempurna, bukan? Walaupun pada pertemuan pertama kamu agak mengangkat alis sebelah karena dia berkata, "Rie, kamu bisa lebih cantik dan putih dari sekarang kalau rajin ke salon. Perawatan untuk wanita itu penting. Nyokap gw aja seminggu bisa dua-tiga kali ke salon."
Yah, oke mungkin pria ini semacam mother complex atau cara dia memerhatikan penampilanmu agak tidak biasa.

Pertemuan kedua masih saja membahas tentang penampilanmu, salon, dan dia mulai memperhatikan kuku-kuku jari tanganmu yang tidak pernah tersentuh kutek, medi-pedicure. Membandingkan kulitnya yang lebih putih dan halus dari kulitmu. Membuatmu menyunggingkan senyum sinis. Anehnya dia masih saja mengajakmu untuk jalan dan kamunya mau saja menerima ajakan dia.

Untunglah kamu tidak meneruskan hubunganmu dengan pria sampah itu. Eh, maaf aku bilang dia sampah. Aku kesal karena berani-beraninya dia bilang, "Rie, jujur yah sebenarnya aku malu jalan bareng sama kamu. Kulit aku lebih putih, lebih halus, lebih terawat dari kamu."
Helokkkkkkkkkkk!!! yang ngajak jalan siapa yang malu siapa? Grgrgr. Kalau aku jadi kamu udah aku catok tuh bibir.

Dan Rie, aku pun meminta dua hal dalam doaku padaNya. Aku ingin punya pacar yang sudah settle dengan pekerjaannya dan yang bisa klik sama aku. Klik dalam segala hal, entah kepribadianku yang moody, kecerobohanku pada sesuatu atau seseorang, kekuranganku akan daya ingat, kesenanganku dalam menulis cerpen dan berteater, kegemaranku hunting cappuccino baru, dan sekedar menghargai kenyamananku untuk tidak ingin diganggu saat aku ingin sendiri atau saat bersama teman-teman.

Yah, seperti yang kamu tahu Rie doaku sudah didengarNya. Tuhan memang baik mengabulkan setiap doa pada umat yang berserah padaNya, masalahnya adalah aku lupa menyisipkan satu hal yang demikian pentingnya!
Karena ketika aku mengucapkan Puji Tuhan dia akan berkata Alhamdulillah.

Sebab Tuhan teramat baik, mulai dari sekarang mintalah sesuatu dengan sangat terperinci, jangan sampai ada yang terlewatkan. Ketika doamu didengarNya kamu pun tidak akan mengeluh dan terus meminta yang lain melainkan bersyukur atas apa yang sudah diberikanNya.



Jadi, sekarang kamu lagi dekat dengan pria yang seperti apa? Kabari aku yah.


Tertanda,
-Eva-

Pamer Foto

Yuhu V,

Whuaa rasanya sudah berabad ngga surat menyurat lagi. Heu. Seru juga yah membaca surat Reunian Maraton. Berkumpul bersama teman lama memang terkadang suka bikin lupa waktu.

Ssstt, kamu masih nulis surat ngga? Udah tiga hari ini aku belum setor surat ke tukang pos. Padahal liburan kemarin aku sengaja bawa laptop dan nginep di hotel yang ada wifinya. Tapi, memang yah aura liburan begitu menggugah hingga tujuan menulis surat berujung browsing dan upload foto-foto. He he he.

Betapa aku seringnya pergi ke Pantai Pangandaran bersama dengan keluarga, teman, pun sendiri namun setiap kali datang ke sana selalu ada pengalaman seru dan menarik yang memberikan kesan dan rasa yang beda. Khususnya sunset pinggir pantai. Eksotis tiada bandingannya. Matahari yang sama, yang pasti akan tenggelam di Barat namun pancaran cahayanya mempunyai warna magis yang berlainan setiap harinya. 

Yah, setiap sore kita pasti ke pantai. Bermain bersama buih ombak yang saling tarik menarik pasang surut. Menunggu sunset tiba. Hari pertama datang kami disambut oleh cantiknya sunset. Ngga percaya? Ini lihat ...

Pretty Sunset


Reach the sky and get your dream!

Malamnya kami ngumpul-ngumpul asik di Bambu Bar. Menyenangkan sangat di pinggir pantai ngebir bersama sahabat dan pacar melewatkan malam.




Dan belum ke pantai namanya kalau belum minum kelapa muda. Sluurrppp.




Ngiri kan? kan? kan? kan? He he he.
Ya udah cuma mau pamer foto aja sik.
Bye V

Tertanda
-Your Eva-

31 January 2013

Perkara Perjodohan

Hahaha hahahaaaaaa aaahhhaa hah ...

Bentar!

Aku sedang menertawakan diri sendiri karena menulis surat ini untuk kamu, Miki. Yang bahkan tidak bisa membaca dan jika aku membacakannya untukmu pun reaksimu hanya memiringkan kepala sedikit ke kiri lalu ke kanan dengan kuping tegak berdiri dan lidah menjulur. Berakting mendengar padahal ngga ngerti, iya kan?! 

Kamu memang suka seperti itu kalau aku sudah ngomong panjang lebar ngomel ngga karuan tentang sesuatu yang mengganjal pikiran dan hati. Iya, aku memang butuh hanya di dengar saja ko :)

Kamu memang perasa yah? Kalau hatiku lagi riang gembira kamu pasti marah kalau dipelukin. Tapi kalau lagi sedih kamu diunyek-unyek juga diam saja. 
Padahal badanmu kan empuk enak jadi bantal dan guling. Apalagi kalau habis dimandiin rambutku kalah halus dan wangi sama rambutmu. Pffftt. Ya iyalah harga shampoo dan parfummu dua kali lebih mahal daripada punyaku. Grgrgr!

Miki, ini serius. Terima kasih yah sudah mau menunggu dan menyambutku riang gembira di rumah saat aku pulang terlalu larut malam. Saat Mama, Papa, dan Oki sudah tidur di kamar masing-masing hanya kamu yang setia duduk manis di kursi tamu menunggu anggota keluarganya yang satu belum pulang juga. Walaupun sebagai imbalannya aku harus ngajak kamu jalan-jalan dulu di tengah malam buta atau kasih permen sebagai oleh-oleh. Pamrih ih!

Berkat pendengaran tajammu yang kata Tante Wikipedia frekuensinya dari 16Hz hingga 70KHz kita ehmpp kami sekeluarga merasa aman terjaga sentosa jaya. Sudah berapa kali kamu berhasil mengagalkan kasus pencurian di rumah. Dari yang mau nyuri sepatu baru sekali pakai, burung si Papa yang konon harganya berjuta-juta, sampai kejadian kemarin motornya Oki. 

Padahal kamu cukup lama menggonggong, mencoba memberitahu ada pria asing di depan rumah yang lagi asik-asik ngegergaji gembok. Kita ehmp kami kurang peka tapi untunglah Mama langsung ngecek ke jendela dan pencurian motor pun berhasil digagalkan. Iyeh hidup Miki! Cie cie cie yang langsung dapat sekotak susu dan sekaleng kornet.

Miki, kamu jangan terlalu banyak makan! Diet ah! Udah semok bohai eplok cendol gembrot gitu diajak lari ngelewatin sepuluh rumah aja udah minta pulang, minum sambil ngos-ngosan, terus tepar di kasur! Pffft. Nanti kamu kalah cepat sama tikus yang suka pesta pora di dapur.

Eh, katanya umurmu di kali tujuh itu sama dengan umur manusia yah? Berarti tahun ini kamu umurnya 56 dong. What! Lima Puluh Enam Tahun, tua banget dan masih jomblo aja. Makanya kalau dijodohin sama orang tua itu jangan sok jual mahal pake sok galak segala yah pada takut lah tuh pejantan. Padahal di rumah guling habis kamu gesek-gesek. (--") 

Malu deh sama umur udah tua gitu memangnya ngga sakit hati dibilang perawan tua? Malu tuh sama reputasi berhasil menangkap tikus dan mengagalkan tindak pencurian tapi gagal dalam soal cinta. Mumpung aku masih kerja jadi wedding organizer nanti semuanya aku yang atur. Kamu tinggal kawin aja.

Jadi maunya tipe yang gimana sih? Kemarin Pitbull putih gagah malah kamu gigit kakinya. Herder ganteng kamu cuekin. Golden ramah baik hati malah kamu gonggongin terus sampai dia nyumput ketakutan di kolong meja. Chiwawa yang selalu setia main ke rumah plus pipisin gerbang depan kekecilan buat kamu, ingat badan hey! Ehmmmphhhh kamu pengen yang kaya Ayahmu Labrador tampan atau Ibumu yang cantik kampung? Apa mau cari jodoh sendiri? Ngga! Kamu ngga boleh keluar rumah sendirian pasti langsung hilang. Sssttt ingat katanya ini katanya yah yang hitam itu dagingnya lebih enak, mau kamu berakhir di piring jadi sangsang atau tinoransak?!!? Camkan! Atau kamu mau berserah padaNya saja karena jodoh di tangan Tuhan.

Jangan-jangan kamu (yang sudah dianggap) sebagai si bungsu ngga mau ngelangkahin si sulung, aku? Whuuaaa terharu. Heh, ngga usah ngeliatin aku kaya gitu!

Berasa dia lagi diomongin kali yah.
Tertanda
-(yah anggap aja) Si Sulung-

Jambret Kampret

Yuhu V,

Iya, terima kasih V. Segala ucapan syukur atas perlindunganNya untuk keluarga kami. Oh iya aku lupa kamu takut anjing dan aku takut kucing, hewan kesayanganmu. Kenapa kita bisa berteman yah? #persoalan.

Agaknya makin ke sini orang semakin berani melakukan tindakan kriminal yah entah karena kepepet atau kesempatan. Membaca surat kamu tentang Hati-Hati di Jalan tentang penjambretan memang lagi marak V. Kamu follow akunnya @InfoBDG kan? Kebanyakkan infonya tentang kasus kecurian, perampokan, kehilangan, sampai penjambretan.

Dan hampir 90% pengemudi motor wanita yang selalu menjadi korban penjambretan (eh, ini asli hasil riset berdasarkan temen cewe yang curhat ke gw) di jalanan sepi pada malam hari.

Nah, V secara kita adalah wanita kurir yang lebih banyak menghabiskan waktunya di jalanan sampai larut malam. (Iya iya gw bukan kita, biasa aja sik responnya) Ada hal penting yang harus diketahui, ciri-ciri orang yang mau ngejambret.
Perhatikan siapa tahu orang terdekatmu V mirip dengan ciri-ciri di bawah ini:

1. Dia pasti boncengan! Ya iyalah susah kali ngambil barang orang sambil pegang stang motor.
2. Pasti pake helm full face hitam SNI! Kan ngga lucu belum juga melakukan aksi udah ke tilang. (ini gw di pihak siapa sih sebenarnya?)
3. Berjaket hitam! Penjambret juga manusia yang bisa masuk angin, aksi mereka kan biasa malam. Dingin, bok.
4. Pake sepatu BUKAN sendal jepit! Iya gitu.
5. Knalpot motornya ngga ada suaranya! Biar si korban ngga terkaget-kaget dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
6. Motornya ngga punya lampu dan plat nomor! Biar si korban ngga sadar kalau lagi di ikutin dan tidak meninggalkan jejak.
7. Kepribadiannya pasti jelek! Hanya orang-orang kampret yang jadi penjambret titik
8. Kampret
9. Kampret.
10. Kampret.

Setelah mengetahui ciri-cirinya sekarang kamu bisa lebih berhati-hati dan waspada jika menemukan enam hal tadi di jalanan. Sisanya biar genap aja jadi sepuluh.

Gambar dari sini

Yuk ah aku sleeping beauty dulu.
-Your Eva-

30 January 2013

Kebetulan yang Serba Kebetulan

Selamat Siang Tuan Kebetulan,

Boleh, saya memanggil dengan sebutan Tuan Kebetulan? Itu sebab kemunculan Tuan adalah sebuah kebetulan yang serba kebetulan. Namun jika sebuah kebetulan datang secara terus menerus apakah masih disebut dengan kebetulan bukan takdir? Ah, Tuan kata takdir terdengar begitu kaku saya lebih suka menyebutnya cukup dengan istilah hanya kebetulan belaka.

Bagaimana tidak?

Melalui sebuah tulisan fiksi di blog Februari tahun lalu kita dipertemukan. Rupanya hampir setahun usia perkenalan kita. Kebetulan Tuan suka dengan tulisan saya, lalu mulai follow akun twitter saya. Kebetulan juga saya suka puisi walaupun kurang pandai dalam menulisnya dan Tuan adalah penulis puisi serta Haiku yang membuat saya follow akun twitter Tuan.

Kebetulan saat itu hati saya masih milik seorang pria begitupun dengan Tuan yang menjadi pemilik hati gadis lain. Hanya saling bertukar sapa dan mengomentari tulisan masing-masing tanpa ada rasa yang lain, menyenangkan Tuan. 

Sesuatu telah terjadi, Tuan menghilang dari media yang mempertemukan kita. Tidak ada lagi kicauan Tuan tentang puisi maupun Haiku. Rupanya Tuan telah patah hati. Kebetulan, beberapa bulan setelahnya terjadi sesuatu pada saya. Banyak tulisan mengandung kesedihan dan perpisahan di blog saya. Sebuah kisah cinta harus diakhiri.

Tak lama Tuan singgah ke Bandung untuk suatu urusan. Pertemanan kita dalam dunia maya menyata dalam rumah seorang sahabat. Kebetulan sahabat Tuan adalah sahabat saya juga.

Kebetulan Tuan peminum kopi hitam, walaupun saya lebih suka kopi jenis cappuccino tapi melalui kopilah sebuah kekakuan mencair. Pembicaraan pun mengalir tanpa batas dengan batasan yang seharusnya. Tidak pernah ada jeda hening untuk sebuah topik. Saling mengali apa yang menarik di balik lawan bicaranya.

Tuan pernah mengatakan dulu aktif dalam sebuah milis bernama cyber sastra, tahun 2004an. Sebuah ruang di mana para penulis bebas berkarya pun saling membantai karya anggotanya. Padahal Tuan ikut gabung karena ajakan teman dan menulis puisi hanya sekedar hobi sebab sastra bukanlah bidang Tuan. Kebetulan di tahun yang sama, saya sedang berkutat dengan dunia sastra. Kuliah dengan mengambil Jurusan Sastra Inggris. Dan kebetulan Dead Poets Society merupakan film wajib ditonton karena bagian dari mata kuliah yang merupakan film kesukaan Tuan.

Tuan masih ingat saat menjelang sore kita ngopi di sebuah kedai kopi. Pengunjung masih sepi hanya ada beberapa anak muda di sana. Tuan mengambil gitar tak bertuan dan mulai memainkan sebuah lagu. Kalau tidak salah judulnya "Risalah Hati" dari Dewa 19.

Aku bisa membuatmu 
jatuh cinta kepadaku. 
Meski kau tak cinta kepadaku. 
Beri sedikit waktu, 
biar cinta datang karena telah terbiasa.

Kebetulan Tuan, dari segala jenis alat musik yang tercipta di dunia ini saya selalu merasa tentram dan damai saat mendengar petikan gitar. Lelaki yang bermain gitar selalu membuat saya terpesona. Ah, rupanya Tuan pawai memetik gitar dan mengapa dari semua lagu yang tercipta oleh musisi Tuan memilih lagu itu untuk dinyanyikan?

Malamnya Tuan harus pergi menempuh tujuh jam perjalanan untuk kembali pulang. Rumah di mana tempat Tuan tinggal memiliki halaman luas hamparan pasir terbentang, deburan ombak, nyiur melambai, dan seafood. Apakah Tuan tahu kebetulan saya pencinta pantai, perindu ombak, dan penggila seafood.

Selepas dari kedai kopi saya mengantar Tuan ke terminal, kebetulan udara malam begitu dingin mengigil sehingga saya merapatkan badan ke punggung Tuan dan melingkarkan tangan memeluk Tuan. Kebetulan Tuan menyambut tangan saya dan sepanjang jalan kita menggenggam jemari, saling menghangatkan.

Tuan, masih ingat dengan cerpen saya berjudul Cappuccino Senja? Cerpen yang saya buat jauh sebelum pertemuan menyata kita. Bercerita tentang gadis bernama Senja penyuka kopi hitam yang  masih belum bisa melupakan cinta lama berkaratnya. Senja begitu pekat. Hingga sosok Rafael, lelaki yang dikenalnya melalui twitter mengubah sosok Senja. Rafael menemukan manisnya Senja dalam kelembutan cangkir cappuccino.
Seperti kata Rafael dalam Cappuccino Senja "Kau tak akan pernah tahu kelembutan dalam cangkir cappuccino, jika kau belum pernah merasakan kepahitan dalam kopi hitam."

Saya dan Tuan kebetulan telah merasakan bagaimana manisnya cinta pada tegukan pertama yang kemudian menjadi pahit pada tegukan terakhir. Kepahitan yang tertinggal bersama ampas kopi. Inilah salah satu alasan mengapa saya menyukai cappuccino karena tidak berampas, Tuan.

Kalau boleh saya berkata jujur Tuan adalah sosok Rafael yang menjelma dalam kehidupan saya.

Satu hal lagi Tuan, jikalau Tuhan menghendaki tahun ini kita bisa merayakan ulang tahun bersama. Kebetulan saya dan Tuan lahir pada tahun dan bulan yang sama. Hanya berselang satu hari.

Terima kasih Tuan Kebetulan sudah mewarnai keseharian saya yang hitam putih dengan serba kebetulan yang Tuan hadirkan.
Teruntuk @Minkewh


Tertanda
-Saya, yang menyukai kebetulan yang serba kebetulan-

29 January 2013

Malam yang Menegangkan

Hai V

Maaf, masih belum bisa berkunjung ke rumahmu padahal sudah kangen berat. Nah, yah kamu membolos lagi menulis surat! 

Iya, sudah lama aku tahu tentang Goodreads. Kamu yang kemana saja tampaknya baru tahu dan baru saja menyelami di dalamnya. Aku ngga bikin akun di sana hanya menjadi pembaca pasif saja. :) Nanti mungkin.

V, ada kejadian menegangkan! Bikin jantung copot, deg-deg-degan parah. Ini jemari saja masih gemetaran hebat. Motor Oki, adikku hampir saja dimaling orang. Untung, Tuhan masih baik dan sayang sama keluarga kita.

Kejadiannya tadi jam sebelas malam, belum terlalu larut malam padahal. Mama sedang nonton serial Korea di atas, aku sedang twitteran di kamar atas, Oki sudah tidur di kamar depan, sedangkan Papa entah masih sibuk apa di belakang. Miki, anjingku tiba-tiba menyalak. Awalnya kupikir oh Oki baru pulang dari warnet. Mama yang tersadar sudah jam sebelas mematikan tv, ke bawah ke kamarnya, mau tidur. Miki masih saja mengonggong. Mama ngecek ke jendela.

Kemudian terdengarlah teriak-teriak. "Pah, ada yang ambil motor!" "Bangsat!!!!" "Malinngggggg!"
Saat kita berhambur ke luar, malingnya sudah tidak ada. Hilang ditelan malam. Mungkin dia mantan atlit lari. Puji Tuhannya motor Oki tidak ikut hilang juga. Cuma gerbang agak rusak dan gemboknya diambil si maling.

Papa langsung pergi beli gembok baru dan sekotak susu untuk Miki. He he he.

Jadi teringat kamu yang suka sendirian di rumah. Hati-hati V.

Sudah yah ini masih deg-deg-degan aku.

Bye V
-Your Eva-

Sunrise di Dago

Bandung hari ini mendung. Langit mungkin sedang berkabung. Hujan tidak turun, Bung. Lantas apa yang membuat Bung tidak juga datang berkunjung? Seperti Bang Toyib saja sudah lama tidak pulang kampung.

Kebetulan saya dilahirkan dan dibesarkan di kota ini beserta sanak saudara lainnya. Sehingga tidak punya kampung halaman. Ada iri yang terselip saat libur panjang tiba. Saat segelintir orang mulai sibuk menyiapkan segala keperluan untuk melakukan sebuah perjalanan. Pulang ke rumah. Disambut tawa riang dan makanan kesukaan, pengusir lelah.

Bung, wajah Bandung sudah tidak seasri dulu. Ribuan pepohonan tersingkir terkikis waktu. Gemericik hujan langsung jatuh menimpa batu. Dan menghilang juga berpasang-pasang kupu-kupu. Yang biasanya selalu menemani di taman saat kita bertemu.

Jangan takut untuk pulang, Bandung masih menyimpan ribuan misteri keindahan. Di daerah tertentu jalanan masih dinaungi rimbunnya pepohonan. Mari saya antar ke Jalan Cipaganti, Dago, Siliwangi, Taman sari, Cilaki sampai Bengawan. Sejuta cita rasa makanan khas Bandung yang selalu diinginkan. Katakanlah cilok, cimol, cireng, batagor, surabi, mie kocok, ulukutek lenca, sampai es cendol Elizabeth kw yang menyegarkan.

Masih banyak lagi tempat bersejarah yang harus dikunjungi. Makanan khas yang harus dinikmati. Asal Bung tahu tidak perlu jauh-jauh mendaki puncak gunung atau ke pantai untuk memandangi seberkas matahari terbit. Dari pinggir jalan terusan Dago ke arah Ciburial kita bisa melihat matahari yang masih malu-malu menampakkan dirinya. Sunrise di Dago.

Kenapa sunrise? Karena setelah gelap pekatnya malam muncullah secercah cahaya yang menerangi sepanjang hari. Cahaya yang menjadi penyemangat hati. Semacam harapan untuk selalu menanti Bung pulang kembali.

Seperti burung yang terbang sejauh-jauhnya pasti suatu saat akan kembali pulang.

Tertanda
-Yang menunggu kepulangan, Bung-


Sunrise di Dago indah kan, Bung!

28 January 2013

Prihal Menulis

Dear Wulan yang akun twitternya @nengwulwul tapi suka risih kalau dipanggil Neng ama mamang-mamang di pinggir jalan.

Sebelumnya terima kasih banyak loh sudah mengirimkan surat untukku yang judulnya bikin GRGRGR! Ini kan program surat cinta JADI mana ada surat cinta judulnya kaya gini EPAAA, EPAAAA *TERIAK-TERIAK RUSUH* sama saja dengan pembunuhan karakter dan itu keyboard kamu rusak deh caps locknya.

Surat ini kubuat sebagai tanggapan atas suratmu yang judulnya typo (pake V bukan P dan cukup satu huruf A) dan penuh teriakan rusuh. 

Semua orang pasti ingat bagaimana penampilanku selama interview berlangsung dan seminggu pertama masuk kerja. Sebab don't judge a book by it's cover itu hanyalah kutipan belaka. Nah, dalam dunia kerja justru first impressionlah yang maha penting. Ngga mungkin kan dengan celana jins robek-robek, kaos oblong yang dibalut kemeja, dan sepatu kets belel aku datang melawar kerja? Maka celana bahan dan kemeja serta sepatu tepleklah mau ngga mau jadi pilihan. Untunglah, dunia event dunia lapangan. Hidup Kaos Oblong!!!

Mengenai pertemanan kita? Ehmp memangnya sejak kapan kita berteman?
Kita berteman karena kamu temannya teman kantor yang temannya juga adalah teman aku. Intinya kita sekantor jadi rasanya memang ngga ada pilihan lain untuk tidak berteman dengan kamu. 

Lalu masalah percintaan, kamu ko tahu banget perkembangan percintaan aku? KAMU KEPOIN AKU YAH? Ngga apa-apa juga ko, katanya kepo itu tanda sayang artinya kamu sayang aku. Maaf, sayang kamu bertepuk sebelah tangan, Lan. 
Lagipula sudah bukan saatnya kita menghamburkan airmata untuk lelaki yang tidak bisa menghargai wanita. Kamu udah ngga menangisi lelaki itu lagi kan? Jangan! Mending kita menangis ria nonton film Korea! "Love Rain bagus", kata Mamaku.

Ini perkara prinsip, Lan! Sebelum kata alay naik daun sudah sejak lama aku menggunakan 3v4s-mind sebagai nama blog. Terkesan sedikit kekanak-kanakan, labil, apa deh terserah tapi ada behind storynya yang nanti kujelaskan sambil ngopi-ngopi cantik (lagi).

I Couldn't agree more menulis adalah suatu bentuk dari terapi mengatasi dan atau menyembuhkan kegalauan akut. Daripada sedih menangis meraung-raung jam lima subuh (helookkk) mendingan ambil kertas dan pulpen lalu tulislah apa yang sedang kau rasakan tanpa takut.
Lampiaskan semua emosi yang berkecamuk pada secarik kertas putih yang tak bersalah. Menulis tanpa jeda, tanpa berpikir sampai lelah. Keluarkan semua sumpah serapah. Penuhi kertas putih dengan apa yang sudah membuatmu gundah.
Baca ulang. Ketik ulang, biarkan imajinasimu bermain-main saat merangkai kata demi kata dan bubuhkan sedikit tokoh, tempat, serta cerita rekaan dengan ending suka-suka, Lan.

Setidaknya itulah yang kulakukan selepas memelukmu dalam diam dan mendengarkan curahan hatimu di jam lima pagi buta. Taaaraaa, jadilah sebuah cerita pendek. Iya, cerpen itu memang aku buat khusus untukmu. 
Dan nampaknya akhir-akhir ini kamu juga sudah memulai untuk menulis. Senang deh lihat kamu semangat sekali mengikuti #30HariMenulisSuratCinta dan ajang menulis lainnya. Menulislah terus! Kan Seru!

Eh, aku udah ngomong terima kasih belum untuk segelas cappuccino dan risoles smoked beef yang kau traktir malam tadi? Terima kasih dan sering-seringlah.

Ayo, kita move on sama-sama dan jangan berhenti menulis, Lan walaupun sekedar nulis kontrabon. :)

Btw, ini bukan surat #DuaHati jadi suratku ngga perlu dibalas yah. #orauwisuwis Terkecuali memang kamu ngga punya siapa-siapa lagi untuk ditulisi surat. He he he 

Semangat terus yah, Lan!
Cheers!
-EVA pake V ngga pake P-

27 January 2013

Dicari : Mamang Batagor

Dengan penuh rasa gundah gulana rungsing lelah mencari di setiap pengkolan sudut Jalan Taman Sari dan sekitarnya, akhirnya saya memutuskan untuk menulis surat tentang mamang batagor.

Beberapa hari yang lalu ngga sengaja saya melewati daerah belakang kampus ITB yang asri serta rindang oleh rimbunnya pepohonan. Saya dikejutkan oleh pemandangan tak lazim, pinggiran trotoar yang biasanya dipadati kios para pedagang kaki lima mendadak bersih! Hanya tersisa tumpukkan kayu yang berserakan. Ada spanduk bertulisankan "Kami ingin keadilan, kembalikan hak kami" terpampang di taman seberang jalan.

Selidik punya selidik (googling) rupanya memang telah terjadi penggusuran di daerah itu. Pemerintah setempat sudah melakukan peringatan berkali-kali yang tak pernah sekalipun digubris oleh pengguna bangunan liar. Lah wong sejak saya masih di bangku sekolah juga mereka sudah adem ayem berjualan di sana. Kasus penggusuran pedagang kaki lima memang selalu membawa efek dilematis bagi saya. Iya, jalanan memang menjadi lebih tertib tapi bagaimana dengan nasib mereka yang mengais rezeki di lahan tersebut?

Saya bukannya mau sok-sokan jadi aktivis atau apapun itu sebutannya. Masalahnya adalah pacar saya hobinya makan batagor. Menjelajahi Kota Bandung mencari batagor kampung yang enak, bukan jenis macam batagor Riri, Kingsley, atau batagor kotaan lainnya yang sudah terkenal sampai ke luar kota.

Nah, saat masih pedekate iseng nyobain makan batagor di situ. Tempatnya memang kecil harus berlomba mencari tempat duduk yang nyaman dan pas dengan gerombolan mahasiswa di sana. Namanya juga makan di pinggir jalan, what do you expect? Justru karena hal itulah kami jadi duduk saling berhimpitan, dekat sekali sampai saya bisa mendengar degup jantungnya. Dia langsung suka pada gigitan pangsit pertama.

Semenjak itu setiap kali dia datang ke Bandung pasti minta diajak makan batagor di sana, ngga mau ke tempat lain. Selain karena faktor rasanya yang menurut pacar saya enak, di tempat yang kecil sumpek itu juga menyimpan berjuta kenangan. Masa malu-malu waktu pedekate yang kemudian jadi malu-maluin pas pacaran. Ngga cukup makan satu piring si pacar.

Saya bingung! Kios mamang batagor termasuk salah satu korban yang kena penggusuran. Dia belum tahu kejadian ini. Kalaupun tahu besar kemungkinan pasti saya disuruh mencari info. Dan sialnya tidak ada banyak waktu sebab awal Bulan Februari nanti dia akan datang ke Bandung. Dan tentu saja yang pertama dicarinya adalah mamang batagor yang biasa jualan di belakang kampus ITB.

Melalui surat cinta ini -cinta saya kepada pacar yang cinta pada batagornya mamang- besar harapan saya dapat menemukan mamang batagor sebelum awal bulan nanti. Semoga surat ini dapat tersebar luas khususnya di kalangan mahasiswa-mahasiswi ITB karena ngga tahu mau dikirim kemana lagi, siapa tahu di antara kalian ada yang tahu keberadaan mamang batagor -yang namanya pun tidak diketahui- tolong kabarin saya yah. Terima kasih banyak.

Tertanda
-PacarnyaBatagorlovers-


Persis setelah belokan ini mamang batagor biasa jualan :(

Gambar dari sini

26 January 2013

Rahasia

Hola V,

Jadi kalian, kamu dan Isna beneran berasal dari Negeri Jamur? Ouw *melongo*
Kalau begitu aku dan Minke mungkin berasal dari Negeri Antah Atah Keneh.
Jadi, panggilan sayang kalian adalah Si Jamur Besar dan Jamur Kecil? Cukup mencerminkan dari segi fisik sik. He he he.
Sstt ah, jangan bilang-bilang dong kalau aku panggil Minke dengan sebutan Minku. Itu artinya MinkenyaaKu, hanya milikku dan hanya aku yang boleh panggil dia dengan nama itu. Iyain aja yah? Iya.

Nah, setelah membaca Resep Mujarab surat balasanmu yang nampaknya hanya mujarab untukmu saja. Kini giliranku membagi sedikit rahasia, yah sedikit aja jangan banyak-banyak soalnya aku (yang memang katanya) pelit.

Sebenarnya ini rahasia bagaimana caranya aku menyembunyikan kesedihan agar tak terlalu eksis. Maaf, ngga rela kalau aku tersaingi. Jadi berjanjilah ngga akan bilang siapa-siapa termasuk Jamur Besarmu. Janji yah? Iya.

Sekaleng bir atau dua kaleng mungkin tiga atau empat kaleng yah? Ah, mending langsung satu botol besar saja, nanggung! Saat kaleng atau tutup botolnya dibuka akan terdengar bunyi jesss nyess yang langsung bikin adem sampai ke hati. Buih serta busa yang tertuang dalam gelas menyegarkan suntuknya hari. Rasanya dapat menghentikan sesaat kegalauan situasi. Makanya jarang orang minum bir cukup seteguk. Heu

Karaoke! Tempat yang pas untuk teriak-teriak. Jarang kan hampir ngga pernah malah aku pilih lagu melow selow setiap kita karaoke. Jangan-jangan itu sebabnya aku ngga pernah diajakin karaoke lagi? (--")

Hujan-hujanan, sama denganmu! Mungkin itu sebabnya ada yang memanggilku Miss Rain ada pula yang menyebutku Dewi Hujan. Saat kesedihan tak tertampung dan butiran air mulai menyeruak keluar hujan-hujanan adalah cara paling ampuh menyamarkan air mata. Maaf, aku terlalu sombong untuk dilihat sedang menangis. Heu.

Satu lagi, jika aku tiba-tiba berubah menjadi sangat pendiam atau justru bicara tak henti tanpa titik koma tak karuan itu artinya aku sedang bercengkrama dengan kesedihan. Ini adalah hal terakhir yang kulakukan karena tak ada bir, karaoke, dan musim kemarau. Heu.

Stttt, sekali lagi itu semua rahasiaku dalam menghalau kesedihan. Jangan bilang siapa-siapa, siapa pun! Nanti mereka akan menaruh curiga tiap kali kuajak ngebir atau karaoke. Seperti janjiku yang tak akan bilang Pak polisi kalau kamu suka kekebutan di jalan. *finger crossed*

Oke my dearest V? Oke.
Time to sleep now. Hoooaammm.

Salam rahasia
-Your Eva-