26 November 2020

Tayo Bis Pembunuh

Sebuah etalase kaca di warung dekat kostanku dipenuhi dengan mainan mobil, robot, pesawat, kereta api, block plastik dan mainan lainnya. Awalnya aku tak acuh, hanya melirik sebentar saat menunggu uang kembalian.
Boleh juga nih warung kecil jualan mainan, bisa kuajak keponakanku ke sini kalau nanti dia datang berkunjung.


Saat sedang menunggu kembalian iseng kutanya harga mainan mobil Tayo yang sedang booming itu,



"Pak Kus, kalau mobil Tayo itu berapa?".

 

"Mobil Tayo yang mana?", tanyanya sambil melirik ke arah etalase.


"Itu mobil bis kecil warna biru!", kujelaskan sambil bergeser dan menunjuk ke etalase.


"HEY, JANGAN SENTUH!", bentaknya.



Seketika aku tersentak!




Terlihat jelas amarah dalam raut mukanya, namun perlahan menjadi sedih, menghela napas dalam perlahan dan berkata,




"Mainan itu tidak dijual! Ini kembaliannya.", menyerahkan uang kembalian dan kembali duduk menonton TV. Membakar rokok dan seperti tidak terjadi apa-apa.





Tanganku masih menggenggam uang kembalian, jantungku berdebar cepat dan diam berdiri mematung. Masih menelaah apa yang baru saja terjadi.





"Kurang kembaliannya? Kurang berapa?", tanyanya saat menyadari bahwa aku masih berdiri memandanginya dengan penuh tanda tanya.





"Oh, Ngga Pak Kus, makasih. Mari.", aku langsung terhenyak dan bergegas pergi.




"Dek, ...!", serunya ketika baru saja aku melangkah.



Aku pun menoleh,


"Dek, jangan pernah kau beli mainan Tayo bis kecil itu! Dia bis kecil pembunuh!, serunya dengan lantang. Kemudian kembali masuk ke dalam warung kecilnya.





Foto dari sini





















Bersambung

09 February 2018

Akhirnya Eva Nikah!

Menikah!

Ha ha ha. 

Iya, tak disangka tak terbayang dan tak diduga ternyata tahun 2017 akhirnya saya menikah. Bohong deng! Sejujurnya sih menikah sudah menjadi angan-angan sejak usia masih belia (ulang BELIA). Ketika itu target menikah di usia 25 tahun. Namun, apa daya lilin yang tertiup hingga umur 29 tahun pun masih menyandang status belum menikah di KTP yang sampai saat ini blankonya e-ktp masih kosong di kantor kelurahan. Ngebet ingin menikah datang bukan karena tekanan dari keluarga tetapi dari kanan-kiri alias teman seperjuangan yang sudah menikah (bahkan ada yang sudah menikah dua kali) kemudian melahirkan anak pertama, anak kedua dan saya iya masih single aja tuh. 

Dulu, sempat terucap dengan teman SMA (cowok pastinya) yang sama-sama masih single begini ...

"Va, Lu kan ada cowok kenapa ngga nikah aja sih?"

"Emang Lu pikir asal ada cowok bisa langsung nikah, nah Lu sendiri napa ngga kawinin aja pacar Lu?"

"Maunya sih begitu cuma nyokap Gw ngga setuju, maklum janda. Pengennya sih yang masih single, orang Jawa, mandiri, dan baik ya kaya Lu gitulah."

"Hemmp ... emang cari orang kaya Gw itu susah sih. Ha ha ha ...." (ketawa ngambang karena mendadak salah tingkah).

"Gimana kalau nanti pas umur kita 32 masih belum nikah juga, kita nikah aja, nyok?"

"Idih, mana ada yang kaya gitu. Ogah ah Gw kawin ama Lu!"

"Loh kenapa?"

"Ogah aja!" (tapi kemudian jadi merenung dan membayangkan ...)


Percakapan itu terjadi saat umur kita masih 30, sama-sama memiliki pasangan yang kebetulan tidak disetujui oleh orang tua. Ah iya, satu lagi kelupaan ... sama-sama pernah mengalami yang namanya hampir menikah alias gagal nikah. Hi hi hi <- ketawa miris (diperjelas!)


Angan-angan menikah pun tidak lagi menjadi harapan utama dan kemudian melebur terhembus bersama tiupan lilin ke 31 dengan status masih single. Single di sini dalam artian punya pacar (perlu banget dijelasin, gini-gini juga laku loh!). Intinya menikah sudah bukan lagi harapan utama.
Dan siapa yang dapat menyangka coba? Saya sendiri saja masih terheran-heran kalau akhirnya saya menikah tepat di usia 32 tahun lebih sehari. Jadi, tetap saja pas tiup lilin ke 32 statusnya masih single. Ha ha ha.
Eh, tapi tapi tapi kan yang patut digarisbawahi adalah akhirnya eva nikah juga!

Hah? Apa?
Oh bukan, saya bukan menikah dengan teman SMA itu. Kan udah dibilang tadi ogah nikah sama dia walaupun sempat terbersit juga sih.

Nih, perkenalkan suami saya

GEVA
Age & Eva



Boleh dibilang acara menikah ini dadakan dan super cepat. Persiapannya cuma seminggu saja. Kebetulan yang serba kebetulan karena adanya campur tangan Tuhan semua jalan proses menujunya dimudahkan, diperlancar, dan semua aman terkendali sampai the day.



Sah? Sah!

Bukannya kami tidak mau pesta besar-besaran mewah mengundang banyak orang, bukan! Ya siapa sih yang ngga mau dibikinin pesta mewah untuk momen sekali seumur hidup macam Rafi Ahmad yang rangkaian acara pernikahannya diputar hampir di semua stasiun televisi. Terus duitnya darimana? Hi hi hi.
Balik lagi lah sama kemampuan dompet sendiri, budget kami yang super duper minim ini bagaimana pun caranya harus bisa membuat momen seumur hidup ini berkesan. 
Yang terutama adalah kesakralan dari pernikahan itu sendiri kemudian disambung dengan makan-makan bersama keluarga dan sahabat tercinta. 
Lebih intim, bisa makan enak, bisa santai ngobrol sambil ngopi, sambil foto-foto. Ngga ribet harus salaman dengan banyak orang. He he he.



Family 


Best Friends

GEVA



Jadi .... iyeay!
AKHIRNYA EVA NIKAH!



***

01 November 2017

Tips Agar Tidak Perlu Mengantre Lama di Pemeriksaan Imigrasi Bandara

Tips ini membahas mengenai pemeriksaan di imigrasi bandara agar Anda bisa melaluinya dengan lancar. Anda tidak mau kan, ketika sudah sampai di imigrasi bandara, Anda batal terbang karena alasan yang kurang jelas. Dan ternyata, petugas imigrasi memang memiliki hak untuk menolak atau menerima warga asing berkunjung ke negaranya.

Foto dari sini

Pemeriksaan imigrasi bandara seringkali membuat malas calon penumpang, karena prosedurnya agak panjang. Termasuk pemeriksaan detail barang. Barang di dalam tas yang sudah ditata baik lantas dibuka kembali. Namun, itu semua memang untuk kebaikan bersama. Karena itu, untuk melewatinya dengan cepat dan lancar, Andasebaiknya memperhatikan hal-hal yang penting, jangan sampai ada yang terlupakan.
Tips agar tidak perlu mengantre lama di pemeriksaan imigrasi bandara, apa sajakah itu?

Siapkan dokumen penting
Dokumen penting untuk melakukan penerbangan bermula dari paspor, visa, tiket berangkat dan pulang, pemesanan tempat menginap atau surat pengantar. Bisa dari sekolah karena pertukaran pelajar, bisa juga karena perjalanan bisnis dari perusahaan atau beasiswa.
Jadikan satu dokumen tersebut, baiknya juga buat duplikatnya agar aman untuk berjaga-jaga. Persiapkan semuanya dengan baik dan hafalkan, agar jika Anda ditanya langsung bisa menjawab tidak perlu mencari letak di mana tiket Anda, dan di mana surat perjalanan bisnis Anda. Sekali tidak bisa menjawab, petugas akan mulai merasa curiga.

Patuh dengan apa yang disampaikan petugas imigrasi
Ketika jawaban Anda benar, sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh petugas, tetapi petugas masih merasa belum puas dengan jawaban Anda, jaga emosi Anda. Banyak sekali petugas bandara yang memang terlihat judes dan galak, padahal sebenarnya mereka ramah, hanya saja karena harus menjalankan tugas mereka bersikap tegas.
Pertanyaan yang dilontarkan petugas ialah pertanyaan pada umumnya, misalnya berapa lama Anda berlibur, tujuan perjalanan Anda ke mana, tempat menginap Anda dimana, tetapi tidak menutup kemungkinan petugas bertanya hal lain diluar dugaan. Jadi persiapkan diri sebelum memulai perjalanan.

Jaga penampilan dengan sopan dan baik
Hindari memakai kacamata hitam atau topi yang bisa menutup sebagian penampilan Anda termasuk earphone, ketika Anda memasuki imigrasi bandara. Dikhawatirkan Anda tidak bisa menangkap dengan baik apa yang ditanyakan. Taruh sebentar aksesoris yang Anda kenakan untuk sejenak, karena bisa saja petugas akan merasa perhatiannya tercurah lebih untuk penampilan Anda yang agak nyentrik.
 Hindari memainkan gadget di depan petugas, karena dapat membuat petugas merasa Anda tidak menghargainya. Sebisa mungkin Anda fokus dengan apa yang disampaikan oleh petugas imigrasi, hindari kegiatan lain seperti mengetik dan melihat ke arah lain.

Mengantre di jalur yang sudah disediakan
Jangan pernah mendahului orang yang sudah antre lebih dahulu, uapayakan Anda bisa tertib mengantre. Usahakan jangan mengobrol terlalu asyik ketika mengantre di pemeriksaan imigrasi bandara. Bisa jadi karena terlalu asyiknya mengobrol, counter yang kosong jadi menunggu Anda terlalu lama. Kasihan juga yang sudah menunggu lama dan sedang terburu-buru melakukan perjalanan.

Buka pasport holder Anda

Paspor merupakan dokumen penting saat kita melakukan perjalanan ke luar negeri, kita wajib menjaganya dengan baik. Apalagi kalau kita memberikan selubung paspor atau cover paspor yang melindungi paspor kita dari kerusakan, hilang atau kena air. Jika Anda melakukan pemeriksaan di imigrasi bandara, akan lebih baik dibuka dahulu selubungnya agar petugas bisa memeriksa paspor, boarding pass, danKTP dengan mudah. 

30 August 2017

SEMUA BAIK





Dari Semula
Tlah Kau Tetapkan
Hidupku dalam TanganMu
dalam RencanaMu Tuhan

Rencana Indah
Tlah Kau Siapkan
Bagi masa Depanku
Yang Penuh Harapan

Semua Baik 2x
Apa yg Tlah Kau Perbuat
di dalam Hidupku

Semua Baik
Sungguh teramat Baik
Kau jadikan Hidupku berarti




Lirik lagu rohani di atas merupakan lagu yang mengiringi langkah kaki kami berdua memasuki altar. Sengaja saya memilihnya sebab lirik di dalamnya adalah apa yang saya alami. Sebab saya percaya dari semula telah ditetapkan bahwa hidup saya ada dalam rencana Tuhan. #mendadakreligius

Ha ha ha, serius!
Kalau bukan karena gagal menikah, putus asa, ngga mungkin saya kerja di kantor sepupu, dan ngga mungkin juga saya ketemu seseorang yang sekarang statusnya sudah sah menjadi suami. Semua itu sudah dalam rencanaNya, cuma terkadang ya kita eh sayanya saja yang tidak sabar.

Padahal, usut punya usut dulu sama sekali tidak pernah berani membayangkan bahwa saya akan menikah dengannya. Lagi-lagi saya dihadapkan dengan masalah perbedaan. Perbedaan yang begitu besar serasa menjadi jurang pemisah dan tembok penghalang untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius.

"Nikah yuk?", tanyanya dikala kami sedang bercengkrama.
"Hempp ...", jawab saya seperti biasa, dingin.

Si Coklat

Oktober 2015, kami dipertemukan dalam sebuah ruang kerja di mana dia memandang sebelah mata seorang anak baru yang masih sepupu atasannya.

Kopi dan Rokok


Selayaknya asap yang menyatu dengan angin, kekakuan melebur dalam segelas kopi dingin yang menjadikannya hangat dalam setiap tema pembicaraan. Kepulan asap meruntuhkan dinding kekikukan, terbang bersama canda tawa yang masih malu-malu.


GeVa

Tanpa sadar kami tiba-tiba saja begitu dekat, saling mengagumi dan memahami satu sama lain. Saya selalu terpesona setiap melihat dan mendengar suaranya di atas panggung.

Dua tahun kami menjalani hubungan tanpa pernah merencanakan untuk ke tingkat yang lebih tinggi seperti menikah. Walaupun kerap kali dia ingin menikahi saya.

Siapa yang menyangka menjalani tahun ketiga tepatnya pada Juni 2017 kami menikah.
Ha ha ha. Percayalah, saya pun kadang masih terheran-heran kok bisa yah?
Sebab jawabannya cuma satu, itulah cara Tuhan bekerja.
Dari semula sudah ditetapkan jalan hidup kita, tidak usah takut dan bimbang karena Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untuk kita masing-masing dan semuanya pasti baik.

Jadi yang masih menunggu, menunggulah terus, bersabarlah jangan pernah berhenti untuk terus berharap! Ha ha ha, cie sekarang bisa deh ngomong begini. 

Semangat lah terus mencari pasangan hidup, my beloved friends!


***








19 December 2016

Kura-Kura dalam Tempurung

Foto dari sini


Kura-kura adalah jenis reptil yang memiliki tempurung kokoh sebagai rumah dan pelindung dari predator. Ketahanan tubuhnya kuat mungkin karena habitatnya dapat hidup di darat dan air, jenis omnivora, pemakan tumbuhan dan campuran. Kalau kamu ingin mengetahui lebih dalam tentang kura-kura berarti kamu salah blog. Saya ngga tahu apa-apa tentang kura-kura. He he he

Lain halnya dengan kura-kura dalam tempurung yang sudah lama ingin saya bahas di sini, di blog ini. Kamu masih penasaran sama kura-kura? Pindah blog gih.

Banyak kejadian yang begitu bikin gemesnya ingin saya tuliskan di sini, tapi kok yah setelah sampai pada penutup, emosi sudah tenang, dibaca ulang, ngga jadi lah dihapus saja. Saya percaya tulisan yang bagus serta inspiratif adalah tulisan yang ditulis dengan kesadaran penuh si penulis bukan karena emosi semata. Tulisan yang saya maksud adalah artikel atau berita dan sejenisnya yah. Bukan sekedar tulisan status di sosial media yang isinya share berita ini, berita itu, yang sumbernya pun masih dipertanyakan, atau berisi kata-kata kasar seperti bajing pakai akhiran an.

Ya, itulah kemajuan teknologi, di mana informasi dapat dengan mudah diakses hanya dengan klik sini, klik sana, ketika dirasa atau ya mungkin sedikit dipikir bagus tinggal klik share di sini, share di sana. Saya yakin malah beberapa di antaranya belum benar-benar membaca isi kontennya cuma baca judulnya yang dibuat spetakuler mungkin!

Eh, bentar .... oh iya, saya tuh mau bahas kura-kura dalam tempurung kok malah nyindir sih?! Memangnya kamu ke sindir?

Tapi ini masih berhubungan kok sebenarnya, ketika ada yang gila teramat gila dengan teknologi dan selalu berusaha menjadi yang terupdate ... ada pula yang sepertinya tidak peduli atau tidak mau peduli. Begitu asyik dengan dunianya sendiri tanpa mau melirik ke kanan atau ke kiri, begitu merasa pintarnya tanpa harus mendengarkan dari ngana dan nganu, begitu merasa hebatnya hingga tidak peduli akan fakta-fakta yang diberikan. Asyik dalam tempurungnya sendiri.

Contoh yah, saya kasih contoh yang terjadi di kehidupan saya sendiri ngga perlu lah ambil contoh yang hampir semua media menuliskannya, entah media terpercaya, entah media diperdaya. Kejauhan, ketinggian, level pemikiran saya masih jauh dibawah lah.

Sekilas info, saya suka menonton acara Net TV karena program acaranya menarik, tidak biasa, lain dari yang lain, selalu baru, dan seru! Salah satunya adalah Ok Jek, sitkom komedi dikemas dengan bahasa dan konflik sehari-hari. Setelah Kesempurnaan Cinta tamat, lahirlah sitkom baru tentang di balik layar pembuatan sinetron judulnya Drama Queen. Drama Queen inilah menjadi drama tersendiri bagi saya soal kura-kura tempurung.

Begini ceritanya ...

"Itu cewek yang main di Ok Jek yah?" tanya saya sambil menunjuk layar tv yang menampilkan pemeran Ceu Mar Drama Queen.

"Iya!" jawabnya tegas dan percaya diri.

"Ah, masa? Tapi asa beda yah?" tanya saya agak ragu, sambil mengetikkan sesuatu di hp.
(Saya cek instagramnya Net Tv, mencari tentang pemeran Ceu Mar Drama Queen dan pemeran Selly di Ok Jek)

"Sama ah, kamu tuh suka begitu! Itu kan Lia Waode." jawabnya lebih menyakinkan lagi.

"Siapa? Lia Waode?" tanya saya untuk memastikan memang benar adanya bahwa yang memerankan Ceu Mar adalah Lia Waode.

"LIA WAODE!" ujarnya dengan lantang.

"Lia Waode itu yang ini!" jari saya menunjuk ke layar yang masih menyiarkan Drama Queen, "kalau yang di Ok Jek itu Chika Waode."

"Ya itu sama saja, satu orang. Waode, mau Lia kek mau Chika Kek, sama aja kan dulu suka main lenong bocah. Masa ngga tahu?" hardiknya

"Bukan ih, itu mereka kakak adik. Sama-sama main di lenong bocah! Beda orang tahu" protes saya.
(Sengaja saya mencari foto mereka berdua lalu disandingkan sebagai pembuktian).



Sumber dari Google


"Nih lihat nih, beda kan?" saya tunjukkan foto ini kepadanya, "Chika itu kakaknya, ada gingsulnya. Lia adiknya, ngga ada gingsul." ujar saya.

"Ah, itu beda angle foto doang. Mereka adalah orang yang sama Lia Waode." ucapnya tetap pada pendiriannya bahwa ini adalah orang yang sama.


" ... " (Saya diam tidak menimpali sebab sedang mencari akun Ig nya Lia Waode dan Chika Waode)

"Udah kalah mah udah aja atuh, yuk sini nonton lagi!" rayunya.

"Bentar! Bentar, nih lihat ...."

Saya perlihatkan akun Ig mereka berdua sambil menjelaskan bahwa Lia suaminya orang Bule anaknya perempuan tuh suka posting berdua mereka. Ignya Lia penuh dengan foto anaknya sama syuting Drama Queen. Sedangkan Chika nikahnya sama orang Indonesia dan anaknya laki-laki, Ignya juga penuh sama postingan para pemain Ok Jek. So?


"Ah, bisa saja itu dia bikin double akun!"

Grgrgrgr!



*



Ini baru contoh sebuah kasus (kecil) persoalan bahwa Lia Waode dan Chika Waode adalah orang yang berbeda. Perlu fakta untuk membuktikannya.
Mengutip sebuah dialog dalam Film Could Atlas, 
"Truth is singular. Its 'versions' are mistruth".
Fakta kebenaran itu satu, jika ada banyak versinya maka itu bukan lagi kebenaran.
Bayangkan sebuah kasus besar yang menyangkut banyak hidup orang. 
Ketika fakta yang disuguhkan begitu jelas dan benar tapi banyak yang masih menutup indra mereka.
Akhir kata saya cuma mau bilang,
Hey, keluar dari tempurungmu kura-kura!

10 November 2016

Petualangan Sepatu di Bukittinggi


Setelah kemarin si abu berpetualangan ke  Kota Medan, Sumatera Utara, kini si abu ditemani si hitam singgah ke Bukittinggi, Padang, Sumatera Barat.

Si abu dan gembolannya

Si abu mendarat Bandara Minangkabau

Si abu baru pertama kali nih menginjakkan solnya di Sumatera Barat, tapi petualangannya bukan di Kota Padang melainkan Kota Bukittinggi, dari Bandara Minangkabau sekitar dua jam.

Sekilas info mengenai Kota Bukittinggi yang merupakan kota terbesar kedua di Provinsi Sumatera Barat bahwa kota ini pernah menjadi Ibu Kota Indonesia pada masa Pemerintah Darurat Republik Indonesia. Zaman kolonial Belanda disebut dengan Fort de Kock, Parijs van Sumatera. Whua ... saingan sama Bandung yah sebagai ikon Paris van Java hingga sekarang.

Secara geografi, luasnya 145.29 km2 namun secara de facto hanya seluas 25.24 km2 sebab masyarakat Kabupaten Agam menolak perluasan wilayah. 
Kota Bukittinggi mengingatkan si abu pada Bandung dengan terletak pada rangkaian bukit barisan yang membujur sepanjang Sumatera dan dikelilingi oleh dua gunung, Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. Udaranya juga sejuk, dingin karena berada di ketinggian 909-941 meter.
Sebab jarak dari Kota Padang ke Bukittingi sekitar 95 km, si abu mulai kelaparan. Dalam perjalanan ada Sate terkenal yang harus dicicipi. Ha ha ha, sambil wisata kulinerlah!


Sate Mak Syukur

Maaf yah sakin kelaparannya lupa foto sate padang yang enaknya fantastis banget!

Menjelang Malam menuju Bukittinggi

Sampai hotel sudah malam, tidak ada kegiatan yang dapat si abu lakukan selain beristirahat menyimpan tenaga untuk besok. :D

*

Sarapan Pagi, Campago Hotel

Udara dingin sejuk dengan pemandangan pepohonan dan bukit-bukit menjadi menu utama sarapan si hitam. Lah ke mana si abu? Si abu biar istirahat dulu, biar si hitam saja yang melanjutkan petualangannya. :)

Si hitam ready!!

Campago Hotel

Nikita Palace Hotel

Grand Rocky Hotel

Novotel Hotel

Pusako Hotel

Royal Denai Hotel

Keliling hotel di Bukittinggi sungguh melelahkan sekaligus menyenangkan, bangunan hotel mulai dari bintang tiga sampai bintang lima desainnya tidak pernah lepas dari sisi khas minang. Orisinalitas budaya tetap kuat dan terus dipertahankan. Oh iya, jangan harap kalian akan menemukan Indomaret, Alfamart, Seven Eleven, CK, Lawson, dan lainnya sebab Pemerintah Daerah Sumatera Barat melarangnya. Tapi jangan takut sebab tetap ada mini market yang akan menyediakan kebutuhan sehari-hari kok. Actually, this is a very good regulation. Usaha kecil dan menengah jadi bisa berkembang. 

Mau makan di restoran Padang
Bukan berarti harus ke Padang

Masih ingat petikan lagu di atas?
Lagu yang pernah dinyanyikan oleh Enno Lerian ini terkenal pada masanya. Kalau kalian tahu lagunya berarti seangkatan sama si abu dan si hitam. Tahun 90-an memang banyak lagu-lagu hits termasuk produksi lagu anak-anak. Nah, karena si hitam ada di Padang sudah kewajiban untuk merasakan the real nasi padang! Mari ...

Simpang Raya Bukittinggi

Nasi Simpang Raya

Jembatan Limpapeh

Si hitam kembali berkeliling menyelesaikan tugasnya dan melewati Jembatan Limpapeh yang merupakan jembatan gantung melintas di atas Jalan Ahmad Yani, menghubungkan kawasan Benteng Fort de Kock dan Taman Margasatwa, Budaya Kinantan. Dibangun dengan kawat baja, pelat alumunium yang panjangnya sampai 90 meter dengan lebar 3.8 meter. 

Jam Gadang

Fun Fact! Ikon terkenal dan terletak di Pusat Kota Bukittinggi ini terbuat dari campuran kapur, putih telur dan pasir putih! Wow, berapa lusin telur yah itu bisa bikin bangunan menara setinggi 26 meter. Menara Jam Gadang luasnya 13 x 4 meter dan terdiri dari beberapa tingat, ada 4 jam yang diameternya 80 cm. Jam ini didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda. Jam Gadang ini selesai dibangun tahun 1926 sebagai hadiah dari Ratu Belanda kepada Rook Maker, sekretaris yang menjabat di Bukittinggi pada waktu itu. Konon, mekanisme menara jam itu hanya ada dua di dunia, Jam Gadang Bukittingi dan Bigben di London. Wih, keren dan patut dibanggakan! Tak heran Menara Jam Gadang ini memang dijadikan sebagai atraksi wisata di Bukittinggi.

Si hitam di Jam Gadang

Menjelang sore memang alun-alun Bukittingi dipadati oleh pengunjung, baik pengunjung lokal maupun pengunjung nusantara seperti si hitam. Sebelum kembali ke hotel yang jaraknya agak jauh dari kota si hitam mampir dulu ke tempat ngopi yang katanya memang terkenal di kalangan anak muda. Wah! Harus banget ini ke sini. 

Bukittinggi Coffee & Tea
Iced Cappuccino Bukittinggi Coffee & Tea

Sayang yah, penampilannya memakai cup plastik padahal si hitam minumnya di tempat bukan take away.



Pemandangan di jalan menuju Kota Padang

PDIKM Bukittinggi

PDIKM singkatan dari Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau adalah salah satu museum di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Museum ini didirikan di atas tanah seluas 2 Ha dengan arsitektur bentuk Rumah Gadang dan diresmikan pada tanggal 17 Desember 1990, berisi berbagai macam informasi dan koleksi mengenai kebudayaan Minangkabau baik berupa dokumentasi audio maupun visual. Untuk yang berminat dengan sejarah kebudayaan minang ada guidenya yang akan menjelaskan dan memberi arahan spot foto keren. He he he.



Aliran sungai di sepanjang jalan

Atraksi Wisata Alam murah meriah juga dapat dinikmati di Lembah Anai Air Mancur, tiket masuknya cuma Rp 3.000. Tiga Ribu Rupiah saja! Yaah ... jangan terlalu high exceptation soal fasilitas yah namanya juga wisata pinggir jalan murah. But, the view is lovely! Enjoy it!

Pintu Masuk Lembah Anai Air Mancur

Tiket Masuk Lembah Anai Air Mancur

Si hitam di Lembah Anai Air Mancur

Air Mancur Lembah Anai

View Gunung Singgalang

Secangkir kopi di teras hotel

Sudah kewajiban bagi si hitam untuk bertamu ke empunya yaitu Dinas Pariwisata Kota Padang dan Kota Bukittinggi. Berikut adalah foto kenang-kenangan si hitam bersama mereka. 
Ada juga beberapa foto pemandangan dan tempat ngopi asyik di lembah yang terlalu indah untuk tidak diunggah. Tak lupa pula menyantap durian dan teh yang dibuat dari daun kopi. Selamat menikmati :))


Foto bersama di Dinas Pariwisata Kota Padang


Festival Sate dan Soto 

Atraksi Wisata Taman Muaro Lasak


Icip-icip Durian 

Foto Bersama Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi



Rumah Pohon, tempat ngopi baru di Bukittinggi

Pemandangan dari Rumah Pohon

Santai Sore Si Hitam

Pemandangan Sepanjang Jalan Bukittinggi

Tugas si hitam sudah selesai, saatnya kembali pulang. Eits, tetapi ada satu tempat yang harus dikunjungi di daerah Payakumbuh. Apakah itu? Ini dia ....

Si hitam di Kelok 9


Kelok 9 Payakumbuh

Kelok 9 yang ada di Kota Payakumbuh ini adalah ruas jalan berkelok yang menjadi penghubung Provinsi Sumatera dengan Provinsi Riau. Jalan ini diapit oleh dua perbukitan cagar alam, cagar alam air putih dan cagar alam harau. Kelok 9 juga merupakan bagian dari atraksi wisata makanya si hitam menempuh perjalanan sekitar 90 menit untuk menyaksikan keindahan pemandangan alam dari atas kelok 9.



Gerbang Selamat Jalan

Cukup seru juga jalan-jalan ke Payakumbuh, melihat kelok 9. Tetapi, tiket pesawat sudah ditangan. Waktunya kembali pulang, ke Bandung. Gerbang selamat jalan sudah di depan mata, si abu dan si hitam bersiap cek in di Bandara. Sampai berjumpa lagi yah kalau ada kesempatan.

Monyet di tepi jalan

Padang Menyambut Tour de Singkarak

Pemandangan Sepanjang Jalan Menuju Bandara

Bandara Minangkabau

Si Abu dan Si Hitam Kembali Pulang

Terima kasih sudah mampir dalam petualangan sepatu di Bukittinggi, sampai bertemu petualangan sepatu di kota lainnya. 


***